Beranda Ragam Darmawan Menangkan Gugatan Perkara Dugaan Penggelembungan Suara

Darmawan Menangkan Gugatan Perkara Dugaan Penggelembungan Suara

Onlinekoe.com, Aceh Timur – Kasus dugaan penggelembungan suara caleg DPRA dari PPP yang ditangani Panwaslih Aceh Timur. Jum’at (3/5/2019) malam, menggelar Majelis Sidang perkara, dengan pelapor Darmawan caleg DPRA dari partai PPP, nomor urut 6, dapil 6 Aceh Timur dan terlapor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Simpang Ulim memutuskan menerima gugatan pelapor.

Informasi yang diterima media ini. Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim secara bergantian. Selain menerima gugatan pelapor, Majelis hakim juga memerintahkan KIP Aceh Timur untuk membuat rekapitulasi suara ulang dalam waktu tiga hari sejak putusan dibacakan.

Majelis hakim menyatakan bahwa
PPK Simpang Ulim telah terbukti melakukan penggelumbungan suara caleg nomor urut 1 atas nama H. Murhaban Makam dengan sengaja, sehingga harus dilakukan rekapitulasi ulang.

Dalam sidang terakhir ini terlapor juga tidak menghadiri persidangan tanpa alasan yang jelas, waktu sidang yang di jadwalkan mulai pukul 20.00 wib sempat tertunda selama satu jam. Hingga sidang dimulai pukul 20.55 tanpa alasan.

Sidang perkara ini dipimpin Maimun Hakim ketua, dan Iskandar A Gani, Saifullah sebagai Hakim anggota.

Diberitakan sebelumnya, Kasus ini dilaporkan oleh Darmawan caleg Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Provinsi Aceh nomor urut 6 Daerah Pemilihan (dapil) 6 Aceh Timur dari partai persatuan pembangunan (PPP). Jumat (25/4/2019) lalu.

Dalam laporannya, Darmawan menyatakan telah terjadi tindak pidana pengelembungan suara yang dilakukan oleh PPK untuk caleg nomor urut 1

dari partai yang sama atas nama H. Murhaban Makam.

Disebutkan Darmawan, pengelembungan suara untuk nomor urut 1 sangat menarik dan tidak rasional, menurutnya, dari total suara badan yang diperoleh, yaitu 1,950 suara menjadi 2,806 suara.

“Saya sangat puas dengan putusan Majelis hakim, dan putusan ini sudah adil. kata Darmawan usai sidang.

Sementara Ketua Panwaslih Aceh Timur, Maimun, SE kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa KIP Aceh Timur harus melaksanakan Rekapitulasi ulang hasil Pileg 2019 DPRA di 20 TPS di tingkat PPK Simpang Ulim dari 23 desa dalam Kecamatan Simpang Ulim yang terindikasi terjadinya pelanggaran.

Berdasarkan fakta dan bukti dalam persidangan administrasi, kasus penggelembungan suara dengan terlapor PPK Simpang Ulim ini dapat diakses ke tingkat Pidana oleh Gakkumdu.

“Pihak kita memberikan waktu selama 3 hari kepada KIP Aceh Timur untuk melakukan rekpitulasi ulang. Apabila terlapor dalam hal ini, pihak PPK Simpang Ulim  terbukti melakukan pelanggaran, maka bisa di pidanakan,”ujar Maimun. (Az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here