Karimun – Peta investasi di Kepulauan Riau semakin dinamis dan menggeliat. Setelah sukses menggelontorkan investasi senilai Rp3,5 triliun di Batam, kini PT. Blue Steel Industries bersiap memperluas ekspansi bisnis strategisnya ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Berazam. Sabtu (25/10/2025).

Langkah besar ini tidak dilakukan sendirian. Sang pemilik Benny Lau menggandeng dua tokoh penting dunia industri maritim nasional — Eka Yazmi, pemilik Syifa Petco International, dan Alexander Wijaya, Direktur PT. Blue Ocean Shipping. Kolaborasi tiga nama besar ini diyakini akan membuka babak baru kebangkitan industri dan kemaritiman di kawasan barat Indonesia.
Pertemuan resmi ketiganya bersama Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, beserta jajaran Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan Badan Pengusahaan (BP) Karimun, pada Kamis, 2 Oktober 2025, kemarin yang lalu menjadi tonggak penting keseriusan investasi tersebut. Agenda strategis ini difokuskan pada pengembangan sektor industri, logistik, dan galangan kapal, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi maritim Kepulauan Riau.
> “Karimun punya posisi geografis yang sangat strategis. Letaknya di garis depan dan berhadapan langsung dengan negara tetangga. Komunikasi dan dukungan dari pemerintah daerah juga sangat terbuka,” ujar Benny Lau, usai pertemuan tersebut.
Sementara itu, Eka Yazmi, pengusaha yang dikenal memiliki kiprah kuat di bidang energi dan logistik maritim, menegaskan bahwa sinergi ini bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan bisnis.
> “Kami ingin menghadirkan investasi yang berkelanjutan. Fokus kami tidak hanya profit, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal, pembukaan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing Karimun di kancah regional,” tutur Eka Yazmi penuh optimisme.
Senada, Alexander Wijaya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kajian pengembangan shipyard dan fasilitas logistik terpadu di Karimun. Proyek ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan mereka mengoperasikan kawasan industri serupa di Batam.
> “Potensi Karimun luar biasa besar. Kami ingin memperluas jaringan industri perkapalan dari Batam ke Karimun, untuk menciptakan konektivitas maritim yang kuat di seluruh Kepulauan Riau,” jelas Alexander.
Pemerintah Kabupaten Karimun sendiri menyambut hangat langkah investasi besar tersebut. Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, baik dalam hal perizinan, infrastruktur, maupun kemudahan administrasi bagi investor.
> “Kami sangat terbuka bagi investor yang punya komitmen membangun daerah. Investasi seperti ini akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Karimun,” tegas Bupati.
Masuknya tiga perusahaan besar — Blue Steel Industries, Syifa Petco International, dan Blue Ocean Shipping — bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud sinergi yang membawa visi besar: menjadikan Karimun sebagai pusat industri maritim regional, sejajar dengan Batam yang telah lebih dahulu menjadi magnet investasi global.
Dengan dukungan modal kuat, pengalaman panjang, serta visi membangun ekosistem industri yang modern dan berkelanjutan, Karimun kini berada di ambang transformasi besar. Kabupaten di ujung barat Indonesia ini bersiap menjadi gerbang utama ekonomi maritim nasional, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kepulauan Riau.
Jurnalis: Anwar







