Gani Bazar Sikapi Upaya Penanggulangan Banjir di Bandar Lampung

Onlinekoe – Masalah banjir di pemukiman perkotaan adalah masalah yang kerusial karena dampak yang timbul lebih besar daripada banjir di pedesaan yang kurang padat penduduk pemukimannya.

Hal ini dikarenakan adanya keterkaitannya dengan keamanan dan kenyamanan warga yang terdampak banjir terutama :

Pertama, Ancaman jiwa penduduk yang bermukim di bantaran banjir.

Kedua, Munculnya bibit penyakit yang dibawa aliran air yang kotor dan berlumpur.

Ketiga, Bahan bahan limbah kimia yang dibawa oleh banjir dapat membahayakan kesehatan penduduk.

Keempat, Dengan banjir penduduk terganggu dan tak dapat mencari makanan sehari hari hingga diperlukan bantuan warga lain untuk mendapat bahan makanan.

Kelima, Kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum dan sanitasi lainnya.

Sesungguhnya untuk menanggulangi banjir secara sederhana adalah :
1. Menjaga lingkungan sekitar.
2. Hindari membuat rumah di pinggiran sungai.
3. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi.
4. Membuang sampah pada tempatnya.
5. Rajin Membersihkan Saluran Air.
6. Membangun Pemecah Gelombang.
7. Hutan Mangrove/Bakau.

Dengan cara yang sederhana itu, tentu tidak semudah yang kita angankan karena tidak semua orang perduli akan masalah itu, terlebih lagi jika warga tersebut hanya menyerahkan kepada kebaikan alam dan lingkungan atau Pemerintah Kota yang dianggap mempunyai perangkat yang memadai untuk melakukan pengawasannya.

Kembali lagi soal disiplin dan pola hidup menjadi biang penyebab terjadinya banjir, ini perlu menjadi fokus kita agar tidak terjadi banjir.

Kita tidak harus mencontoh Negara Eropa yang mana teknologinya sudah lebih dahulu seratus tahun lebih, apalagi jika kita melihat di Rotterdam atau Amsterdam kota tua tersebut berkonstruksi raksasa mengingat kota kota di negeri Belanda atau Eropa itu berada dibawah permukaan laut. Sehingga timbul nama nama Dam, yaitu kota yang di dam dengan konstruksi raksasa, air lautnya dapat dikendalikan apabila Kapal akan lewat maka jalan raya dapat diderek otomatis diangkat ke atasnya, air laut dimasukkan kedalam kota dengan kanal kanal yang indah menjadi obyek wisata kota.

Kota Bandar Lampung konturnya masih baik jika dikelola dengan baik antara pemukiman penduduk dengan arus banjir dapat dilakukan dengan sekat sekat pengaturan bagi arus air yang datang dari atas.

Kerjasama antar instansi terkait perlu keterpaduan, antara BMKG, yang memberikan prediksi curah hujan hendak terjadwal dan dapat dibaca instasi lain, OPD dari dinas pengairan atau pekerjaan umum terkait kontur tanah dan ketahanan tanah yang harus dapat dianalisa seberapa jauh air mengikis tanah daratannya. Upaya kita bagaimana penduduk yang bermukim di bantaran sungai diupayakan supaya dapat dipindahkan untuk menghindarkan terdampak hanyut oleh banjir yang datang.

Terhadap parit parit atau sungai sungai yang dilalui aliran air dari ulu perlu ditinjau dan dievaluasi apakah perlu dilakukan pengerukan dan pembersihan agar air dapat mengalir dengan baik sesuai dengan volume air yang ada, dan parit atau sungai yang ada haruslah bersih tidak ada lagi limbah yang terbuang di kali tersebut. Ini memerlukan partisipasi masyarakat dan merubah disiplin dan pola hidup, memang sukar, namun jika segenap stakeholders nya peduli akan hal ini tentu kita dapat.

Dari peninjauan lapangan banjir di Telukbetung Timur (TBT) kabarnya ada tanggul yang jebol, berarti daya tahan tanggul tidak kuat ini berarti perlu ditekankan kepada pihak pengembang agar lebih berhati hati mengingat keselamatan warga kota yang tinggal di ilirnya.

Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, namun kita juga hendaknya mempersiapkan kemampuan kota untuk mengatasi penggusuran secara manusiawi dan berkeadilan

Menurut saya mumpung kondisi perumahan yang belum berbentuk sendiri seperti kota metropolitan, sebaiknya Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Visi Misi nya sudah mulai merekayasa untuk pemukiman kumuh dilakukan Evaluasi menata ulang tata perkotaan melalui pengembangan kota yang modern dan bermartabat bagi warga.

Maka untuk melaksanakan perekayasaan:
1. Melakukan survey yang intensif dengan mengikut sertakan partisipasi masyarkat antara lain ;
a. Survey kependudukannya, nama usia, asal daerah, kapan dan bagaimana yang berangkutan datang, jumlah keluarga, pekerjaan, agama, termasuk pendidikan riwayat kesehatan dsb.
b. Melakukan sosialisasi, disiplin dalam perilaku kebersihan dan kesehatan, tidak membuang limbah sembarangan, dengan menyiapkan tempat pembuangan.
c. Menekankan kepada masyarakat warga untuk hidup dalam kebersamaan, saling toleransi satu sama lain, hidup dalam satu komunal yang baik.
d. Koordinasi dan melakukan rapat rapat antar instansi yang masing masing dengan tugas pokok dan fungsi kewenangan yang ada.

Kita bersyukur karena Walikota Bandar Lampung bunda Eva Dwiana sangat sigap dan perduli kepada warga kota, sehingga warga kota merasa tertolong dan aman ketika banjir atau bencana datang. Mudah-mudahan halangan warga sebatas itu saja kita berdoa kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta dan Maha klKasih kepada umatnya. Dan khususnya semoga bunda Eva Dwiana selalu dalam keadaan sehat walafiat untuk dapat memimpin kota Bandar Lampung tercinta. (*)

Penulis: Drs. H. Gani Bazar, SH,MH
– Alumnus International on Housing Study, Amsterdam 1987.
– Tenaga Ahli Walikota Bandar Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here