Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Gubernur Ansar Targetkan Juni 2026, Tugu Bahasa di Penyengat Segera Dibangun: Dari...

Gubernur Ansar Targetkan Juni 2026, Tugu Bahasa di Penyengat Segera Dibangun: Dari Ikon Budaya hingga Lokasi Rukyatul Hilal

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad, S.E., M.M (Foto: dok/Diskominfo Kepri)

Onlinekoe.com, (Tanjungpinang) – Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk menghadirkan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat kian mendekati realisasi. Gubernur Kepulauan Riau, H Ansar Ahmad, S.E., M.M menyatakan optimisme bahwa pembangunan fisik monumen tersebut dapat dimulai pada Juni 2026, menyusul proses administrasi dan teknis yang kini memasuki tahapan krusial.

Menurut Ansar, saat ini proyek masih berada pada fase lelang manajemen konstruksi dan lelang desain. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Kalau lelang ini sudah selesai, kemungkinan pada bulan Juni 2026 akan dibangun,” ujar Ansar, Senin (23/2/2026).

Wacana Lama, Momentum Baru

Rencana pembangunan Tugu Bahasa bukanlah gagasan baru. Proyek ini telah diwacanakan sejak era kepemimpinan Muhammad Sani, dan sempat berlanjut di masa Isdianto. Namun hingga 2021, rencana tersebut belum terealisasi.

Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (Foto: dok/Diskominfo Kepulauan Riau)

Tahun 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk menuntaskan gagasan besar yang telah lama tertunda. Apalagi, Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata religi dan sejarah, tetapi juga simbol lahirnya bahasa Melayu yang menjadi fondasi Bahasa Indonesia.

Lebih dari Sekadar Monumen

Tugu Bahasa dirancang tidak hanya sebagai simbol kebudayaan, tetapi juga memiliki nilai fungsional. Lokasinya yang berada di titik lebih tinggi di Pulau Penyengat direncanakan dilengkapi teleskop untuk keperluan rukyatul hilal, yakni pemantauan anak bulan penanda masuknya Ramadan dan Syawal.

“Nanti akan ada teleskop untuk melihat anak bulan. Jadi banyak manfaatnya,” jelas Ansar.

Dengan konsep tersebut, monumen ini diproyeksikan menjadi ikon baru yang memadukan nilai sejarah, budaya, dan religiusitas masyarakat Kepulauan Riau.

Anggaran dan Tahapan Persetujuan

Dar sisi pembiayaan, proyek Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp90 miliar hingga Rp100 miliar. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyebutkan bahwa anggaran tersebut diajukan melalui APBD dengan skema dukungan dari pemerintah pusat.

Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan dan dipaparkan dalam rapat resmi di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Namun, pelaksanaan fisik masih menunggu persetujuan dari DPRD Kepri.

“Insya Allah secepatnya, makanya kami masih menunggu persetujuan dari DPRD Kepri. Tahun depan semoga bisa berjalan,” ujar Nyanyang.

Simbol Identitas Kepri

Jika terealisasi sesuai target, Tugu Bahasa akan menjadi penanda kuat identitas Kepulauan Riau sebagai pusat sejarah bahasa Melayu dan akar Bahasa Indonesia. Di atas tanah bersejarah Pulau Penyengat, monumen ini diharapkan tidak hanya memperindah lanskap, tetapi juga mengukuhkan Kepri sebagai daerah yang menjaga warisan peradaban Melayu sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan masyarakatnya. (Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini