Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Harga Pangan Melonjak Jelang Tahun Baru, Warga Tanjungpinang Terjepit Beban Hidup

Harga Pangan Melonjak Jelang Tahun Baru, Warga Tanjungpinang Terjepit Beban Hidup

Onlinekoe.com, (Tanjungpinang) – Menjelang perayaan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan harga yang terjadi hampir merata ini dikeluhkan masyarakat karena dinilai semakin memberatkan beban ekonomi rumah tangga, khususnya bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Lonjakan harga terpantau pada sejumlah komoditas pangan utama, mulai dari cabai, bawang, hingga berbagai jenis sayuran. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari berbelanja di pasar tradisional.

Siti, warga Km.13, Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang, mengaku terkejut dengan kenaikan harga bahan pokok yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
“Sekarang semua pada naik. Cabai naik, bawang naik, sayur-sayuran juga naik. Rata-rata harga kebutuhan pokok naik semua,” ujarnya saat ditemui di Pasar Tradisional Bintan Centre, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, kenaikan harga bawang menjadi salah satu yang paling terasa. Jika sebelumnya bawang Birma masih dapat dibeli dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram, kini harganya terus merangkak naik dan diikuti komoditas lainnya. Akibatnya, masyarakat terpaksa lebih selektif dalam berbelanja dan mengencangkan pengaturan pengeluaran harian.

Tak hanya bahan pangan nabati, harga protein hewani juga mengalami kenaikan. Ayam potong, misalnya, kini dijual dengan harga mencapai Rp50.000 per kilogram. Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan dan distribusi ayam ke wilayah Tanjungpinang.

“Distribusi ayam potong sekarang berkurang, stok tidak sebanyak biasanya. Karena itu harga ikut naik,” ujar salah seorang pedagang ayam potong di pasar.

Situasi ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat momentum pergantian tahun umumnya diiringi dengan peningkatan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Warga menilai, fenomena kenaikan harga yang kerap berulang setiap akhir tahun seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ibu Siti berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan kenaikan harga dan menjaga stabilitas pangan.
“Harapan kami, semoga pemerintah bisa membantu masyarakat supaya harga bahan pokok kembali normal. Jangan sampai terus naik, karena masyarakat kecil yang paling terasa dampaknya,” tuturnya.

Masyarakat Tanjungpinang berharap pemerintah daerah dapat melakukan upaya nyata, seperti menggelar operasi pasar, memperketat pengawasan distribusi, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga menjelang hari besar serta pergantian tahun dapat dikendalikan.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini pun menjadi perhatian bersama, mengingat stabilitas pangan merupakan faktor krusial dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. (Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini