Onlinekoe.com | Agam – Perkembangan sektor pertanian dan pangan di Kabupaten Agam pasca-rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) bencana alam menunjukkan kemajuan signifikan pada September 2026.

Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Kabupaten Agam Heri Prasetyo Wibowo kepada Wartawan, Senin (28/9/2026).
Heri menyampaikan mengenai kondisi pertanian Kabupaten Agam:
Pertama, Pengalihan 350 Hektare Sawah Terdampak Bencana ke Komoditas Jagung

“Sebanyak 350 hektare lahan sawah yang terdampak bencana di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, dialihkan untuk budidaya tanaman jagung,” kata Heri.
Ia menjelaskan Langkah inovatif ini diambil karena saluran irigasi induk (Sungai Alahan Anggang dan Lima Abung Luas) masih dalam proses pemulihan dan belum bisa menyuplai air secara optimal ke persawahan warga.
Ia menambahkan Kementerian Pertanian memberikan bantuan total 8 ton bibit jagung berkualitas (jenis betras dan tander), dengan penyaluran tahap akhir sebanyak 4,5 ton yang rampung pada Agustus-September 2026 demi mempercepat pemulihan ekonomi petani.
Kedua. Peningkatan Infrastruktur Jaringan Irigasi
Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas PUTR terus menggenjot rekonstruksi fisik. Pada 22 September 2026, dilakukan peninjauan langsung terhadap proyek peningkatan jaringan irigasi permukaan di Daerah Irigasi (DI) Ujung Guguak, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso.
“Proyek ini dibiayai menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU/TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk memastikan pasokan air pertanian kembali normal secara bertahap,” sebut Hari.
Ketiga. Percepatan Sektor Perikanan Budidaya dan Tangkap
Selain pertanian lahan kering, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemulihan operasional hingga 100 persen bagi sekitar 94 hektar kolam budidaya yang rusak ringan pada bulan September 2026.
“Pada akhir September 2026, disalurkan juga bantuan stimulan berupa benih ikan, pakan, serta alat penangkapan ikan bagi nelayan terdampak di kawasan Danau Maninjau,” ungkap Kadis Pertanian Agam Itu.
Keempat. Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Dasawisma
Selama bulan September 2026, TP PKK Kabupaten Agam aktif melakukan pembinaan intensif ke berbagai kecamatan (seperti Matur, Baso, dan Tanjung Mutiara) untuk menggalakkan program pemanfaatan pekarangan rumah.
“Masyarakat didorong menanam cabai, sayuran, dan apotek hidup sebagai penyangga pangan mandiri pascabencana,” tutur Hari Prasetyo Wibowo menutup. (Warman/Adv)







