Beranda Ragam Kepala Sekolah Keluhkan Langganan Koran Harus Potong Gaji

Kepala Sekolah Keluhkan Langganan Koran Harus Potong Gaji

Onlinekoe.com, Lampung timur – Para Kepala Sekolah tingkat sekolah dasar negeri (SDN) menjerit dan keluhkan,terkait adanya pemotongan gaji pokok yang diduga dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Timur (Lamtim) dengan dalih untuk membayar langganan koran yang di bebankan kepada para kepala sekolah (Kepsek) setiap bulannya.

Hal itu terungkap saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur mensosialisasikan tentang fungsi pers dan peran media dalam dunia pendidikan.

Pada sosialisasi itu, kepsek menyampaikan keluhannya terkait pemotongan gaji tersebut
Dan mereka (kepsek) di beberapa Kecamatan mengungkapkan pemotongan gaji tersebut berlangsung sejak 2016 sampai sekarang.

“Setelah gaji bulanan keluar, kami mengecek dan menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), kemudian keluar struk atau tanda bukti gaji pokok pada saat mencairkan, dan sudah jelas adanya potongan, itu pun bervariasi. Biasanya mulai dari Rp90 ribu sampai Rp200 ribu tentunya tidak sama dengan kepala sekolah lainnya,” kata kepsek yang enggan disebutkan namanya.

Pemotongan gaji, lanjut dia, pernah ditanyakan kepada rekan-rekan kepala sekolah di kecamatan lain dan mengaku mengalami hal yang sama.

Dia menyakini adanya oknum di Disdikbud Lamtim bermain didalamnya. “Saya juga pernah tanya kedinas terkait pemotongan (gaji) itu, tapi jawabannya selalu tidak jelas dan saling lempar,”ungkapnya.

Sementara, Plt Kepala Disdikbud Lamtim, Thabrani Hasyim saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku tidak mengetahui pemotongan itu.

“Saya masih baru (menjabat Plt Kadisdikbud) dan belum tahu soal itu, coba hubungi sekretaris Dinas Pendidikan Marsan,” kata Thabrani, Selasa (26/3/2019).

Dihubungi terpisah, Marsan mengaku tidak mengetahui informasi tersebut. “Saya juga baru tahu ini kalau ada pemotongan untuk langganan koran bahkan potong gaji lagi, dan saya akan panggil bendahara gaji saja karena dia yang lebih tahu hal itu,” jelas Marsan.

Yatini bendahara gaji Disdikbud Lamtim mengakui kalau ada pemotongan gaji kepala sekolah untuk biaya berlangganan koran.

“Betul ada pemotongan uang koran di gaji kepala sekolah, nantikan bisa diganti dengan dana BOS kalau dana BOS sudah cair,” terang Yatini, Selasa (26/3/2019) diruangan Sekretaris Dinas.

Bahkan, kata Yatini, pemotongan itu berlangsung sejak 1999 saat pemekaran Lampung Timur dari Lampung Tengah dan Kota Metro.

“Siapapun yang jadi kepala sekolah harus ikut (dipotong) karena ada Memorandum Of Understanding (MOU),” terangnya.

Namun, saat ditanya surat MOU nya dia mengatakan tidak ada

“MOU nya tidak ada mas jadi kalau kepala sekolah merasa keberatan silahkan saja buat surat keberatan nanti kita teruskan kepada pihak biro biar nanti tidak dipotong lagi,” jawabnya.

Padahal, terkait potongan gaji yang diganti dengan dana BOS tidak sesuai dalam juknis BOS. sedangkan dalam juknis Bos Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tidak ada untuk berlangganan koran yang ada dalam Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SD poin 1 huruf d. Yang berbunyi : Langganan Majalah atau Publikasi berkala yang terkait dengan melalui luring maupun melalui daring pada hal 22 dan 23.

“Saya tidak tahu kalau di juknis tidak bisa berlangganan koran untuk jenjang SD nanti saya akan tanya dulu sama pak menager BOS pak Kabid Dikdas Mas Karwin,”ujar Yatini.(*/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here