Kesbangpol Sumbar Gelar Pendidikan Politik Bagi Masyarakat, Ini Tujuannya

Onlinekoe.com | Agam – Sebagai salah satu pihak yang harus mendorong partisipasi politik masyarakat, pemerintah mesti memberi dukungan dan fasilitas pendidikan politik bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatra Barat (Sumbar), diwakili Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Fajar Nuramadian saat membuka kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat di hotel Sakura Syariah, Kamis (16/11/2023).

Ia mengatakan, peran tersebut sesuai dengan amanah Pasal 434 UU No. 7 tahun 2017 tentang pemilu yang menyebut pemerintah wajib memberikan dukungan dan fasilitas pendidikan politik bagi masyarakat.

“Kegiatan pendidikan politik ini salah satu upaya membangun kesadaran berpolitik dan memberikan pengetahuan yang memadai sehingga masyarakat dapat berpikir dalam mengambil keputusan serta menggunakan hak politiknya secara sadar dan rasional,” kata Fajar.

Ia sebut, Bukan hanya itu, dalam rangka mengimplementasikan pendidikan politik kepada masyarakat, pemerintah sebagai fasilitator dituntut untuk memantapkan pemahaman dan aksi nyata sebagai bentuk upaya peningkatan partisipasi politik masyarakat, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Pihaknya mengingatkan kepada seluruh peserta agar tidak terpengaruh dengan politik identitas, adu domba, hoax, politik uang dan sebagainya.

“Suara kita dalam pemilu menentukan masa depan negara kita di masa mendatang. Oleh sebab itu kita gunakan suara dan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya,” ingat Kepala Badan Kesbangpol Sumbar itu.

Sementara itu, Kepala Panitia Pelaksana, Asih Nurhadi menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta pengetahuan masyarakat terhadap proses politik dan demokrasi.

“Kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari diikuti oleh 100 orang tokoh masyarakat Kabupaten Agam dengan materi di antaranya, pemilu sebagai wahana pendidikan politik, peran pemerintah daerah dalam penyelenggaran pemilu serentak tahun 2024,” terangnya.

Asih Nurhadi menambahkan, kemudian pentingnya pendidikan politik dalam pengembangan budaya politik yang demokratis serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu serentak tahun 2024. (Warman/AMC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here