Beranda Lampung Utara Kinerja Tim Gugus tugas Lampura Menuai Protes dari Berbagai Organisasi

Kinerja Tim Gugus tugas Lampura Menuai Protes dari Berbagai Organisasi

Onlinekoe.com, Lampura – Hal itu terkait tertutup nya hasil tes swab salah seorang jama’ah tab’ligh yang dinyatakan positif oleh Tim Gugus tugas Covid 19 beberapa waktu lalu.

Pasca beredarnya informasi melalui berbagai media online serta video di grup WhatsApp Media Center Polres Lampung Utara, ketika keluarga pasien yang berbondong-bondong mendatangi Posko Gugus tugas Covid 19 setempat.

Kedatangan Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKTM) dan Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Lampung Utara, Rabu (10/06/2020) lalu, untuk mempertanyakan kejelasan penetapan jamaah sebagai suspect Corona tanpa hasil swab.

Saat itu juga, Hj. Mery sebagai Ketua BKMT Lampung Utara yang mempertanyakan mengapa hanya jama’ah tab’ligh yang dijadikan target Rapid test dan karantina oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara.

Ketua BKMT pula merasa kecewa atas perlakuan Tim Gugus tugas Covid 19 yang enggan menunjukkan hasil swab Ustadz Zainal Abidin dari Tata Karya yang telah menjalani karantina di Islamic Center.

Selain tidak ada nya transparan terhadap keluarga pasien, Tim Gugus tugas Covid 19 Lampung Utara pula dipandang oleh pasien, tidak maksimal dalam memberi pelayanan dan pengobatan, bahkan acap kali pasien dibiarkan begitu saja.

Mengutip isi berita yang ditayangkan media online Lensa Hukum News, Jum’at (12/06/2020) kemarin. Terkait kejadian itu juga, akhirnya Wakil Ketua DPC Pemuda Pancasila Lampura, Ansorie Dekari, melontarkan kritik pedasnya terhadap gugus tugas Covid-19 Lampura, dia mengkritisi pola penyampaian informasi gugus tugas yang dianggap tidak akuntabel, mengakibatkan opini liar dimasyarakat.

” Seperti kita lihat kemarin, ketika Ormas Islam yang mengruduk sekretariat tim gugus tugas Covid-19 Lampura, hasil tes Swab mantan terduga pasien positif Covid-19 yang bernama Thomson, ketika keluarganya mendesak menayakan hasil tes, tim gugus tugas tidak bisa menunjukan ” tukas Ansorie.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Tim Gugus tugas Covid 19 di Kabupaten Lampung Utara, Hi. Budi Utomo yang juga
Plt. Bupati Lampung Utara menegaskan,
“Kalau merasa tidak puas, siapa saja silahkan langsung datangi laboratorium tersebut atau melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Cek kebenarannya!” tandas Budi. Di media online Medsoslampung.co tertanggal Kamis (11/6/2020).

Jika benar apa yang disampaikan oleh pasien dan keluarga tentang minimnya pelayanan Tim Gugus tugas Covid 19 Lampung Utara, baik itu berupa pengobatan maupun penyaluran konsumsi (Makan) itu tidak ada, lalu patut menjadi sorotan oleh Aparat Penegak Hukum setempat, kemana raibnya dana sebesar Rp 32 Milyar yang telah dianggarkan untuk mengatasi penyebaran Virus Corona tersebut.(desma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here