Beranda Lampung Kriya Anyam Bakul “Siger Pengantin” karya Fanny Zakiyani Sabet Juara FLS2N Lampung

Kriya Anyam Bakul “Siger Pengantin” karya Fanny Zakiyani Sabet Juara FLS2N Lampung

Onlinekoe.com, Bandar Lampung​ – Bakul “Siger Pengantin”​ karya Fanny Zakiyani siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) DN 1 Way Mengaku, Pekon Way Mengaku,​ Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat,​ berhasil mengantarkan kabupaten Lampung Barat sebagai juara pertama bidang kriya anyam dalam Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) SD tingkat Provinsi Lampung yang digelar di Bandar Lampung, penggal bulan Agustus 2019 ini.

Karya Fanny bakul “Siger Pengantin” ini berhasil menyingkirkan karya anyam pesaingnya dari kabupaten/kota Se Lampung yang berlaga dalam ajang FLS2N tahun 2019 ini. Siswa SD Negeri 1 Way Mengaku ini berhak mewakili Provinsi Lampung dalam lomba sejenis pada event FLS2N tingkat Nasional di Banten, September 2019 mendatang.

Bakul “Siger Pengantin” merupakan salah satu alat tradisional dari Lampung Barat berupa hasil kerajianan berupa wadah benda-benda yang​ berbahan dasar bambu. Bentuk bakul “Siger Pengantin” sendiri​ berupa wadah​ berupa bakul berbentuk​ persegi yang dilengkapi tutup dan tali. Bakul ini yang biasanya dipakai untuk wadah menyimpan dan membawa siger pengantin. Tetapi bakul “Siger Pengantin” ini juga bisa juga difungsikan untuk wadah​ barang-barang lainnya, saat acara hajatan, musim panen atau keseharian hingga kini di pekon-pekon (kampung) orang Lampung di Liwa, Lampung Barat.

Guru Pembimbing Kriya SDN 1 Way Mengaku, Eliza, S.Pd memaparkan, biasanya alam acara pernikahan​ bakul “Siger Pengantin”​ digunakan untuk menyimpan seperangkat alat Siger Pengantin yang akan digunakan dalam perhelatan adat. Tetapi bakul ini juga bisa dimanfaatkan untuk wadah yang dipakai​ bisa untuk​ membawa kue bolu, tat atau barang lainnya. “Dalam keseharian​ bakul ini bisa digunakan untuk wadah kopi, lada, beras dan kebutuhan pokok rumah tangga lainnya,” jelas Eliza.

Lebih lanjut, dipaparkannya, kalau dalam perhelatan perkawinan atau sunatan, bila tutup bakulnya dibuka bisa difungsikan untuk wadah beras, kelapa, garam atau barang lainnya sebagai sesuduk atau pengganti uang hantaran. Bakul ini juga bisa untuk​ wadah kopi,lada, padi, jagung dan sayur-sayuran atau hasil panen lainnya. Dalam acara bujang gadis peristiwa adat larian​ bakul ini biasanya dipakai untuk wadah pakain agar tak terlihat, nampak seolah-olah mau pergi ke kebun membantu mutil (memetik) kopi.

“Bakul ini multi fungsi, bisa untuk mencuci beras, menyimpan kue-kue, membawa bekal ke ladang dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Pada saat ke pasar​ bisa untuk wadah belanjaan pengganti kantung palstik. Ini tentunya menghemat penggunaan kantung plastik sekaligus mendukung program lingkungan dengan tidak menggunakan plastik berlebihan, ” imbuh Eliza yang mendampingi Fanny saat lomba FLS2N digelar.

Sedang untuk menggunakannya, lanjut Eliza, sangat praktis. Tali bakul bisa digantungkan di bahu. Atau bakulnya bisa dijunjung di atas kepala.

Kepala Sekolah​ SDN 1 Way Mengaku,R. Prihandono, S.Pd, mengatkan, dalam lomba kriya anyam​ FLS2N SD se Lampung kemarin memilih untuk mengangkat karya berupa Bakul “SigerPengantin” , karena benda ini masih banyak digunakan​ di kalangan​ orang Lampung khususnya di​ wilayah Liwa Lampung Barat.”Kami ingin mengenalkan bakul “Siger Pengantin” yang sarat​ muatan kearifan lokal setempat​ kepada masyarakat yang lebih luas. Sekaligus ingin melestarikan dan menjadikan bakul “Siger Pengantin”​ yang unik dan multi fungsi sebagai​ salah satu ikon hasil kerajinan Lampung barat yang khas dan berfungsi serba guna,” jelas Prihandono.

Bakul “Siger Pengantin”​ ini mempunyai macam-macam motif antara lain; “Anyam Bena” sebagai inovasi ada motif pucuk pakis yang​ menjadi salah satu ciri khas ragam hias Lampung. Selain indah dipandang bakul “Siger Pengantin” ini juga menjadi wadah serba guna dan bisa dijadikan cenderamata khas dari kabupaten Lampung Barat. “Kami berharap ke depan bakul “Siger Pengantin” tetap eksis dan bisa lebih memasyarakat​ dan dikenal tak hanya di Lambar, tetapi di Indonesia,” ujar Prihandono. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here