Marifood Dukung Format Pengembangan Bisnis

CEO Marifood Harjanto Halim dan Ketua Format Riyono saat memberi keterangan kepada awak media disela-sela kunjungan ke Pabrik Serbat Cap Jangkrik Mas di Semarang, Senin (25/07/2022) ( Christian Saputro)

Semarang – PT Marifood tak hanya bergiat melakukan bisnis semata. Tetapi selalu hadir dan ikut berperan dalam pengembangan potensi dan membangkitkan perekonomian masyarakat mellaui program Coorporate Sosial Responbility (CSR)-nya.

PT Marifood selalu melakukan gebrakan dan inovasi. Setelah sukses menyokong hadirnya Sentra Kuliner Kauman, Marifood menggandeng Forum Massegeur Alumni Temanggung (Format) sebuah komunitas pemijat tuna netra di Kota Semarang.

Dukungan yang dilakukan Marifood dengan menggelar acara pengenalan produk, manfaat minuman serbat jangkrik mas dan bisnis untuk para tunanetra yang ada di Kota Semarang digelar di Aula Marifood, Komplek Industri Candi, Semarang, Senin (25/072022)

Dalam kegiatan itu, para pemijat tunanetra juga diajak mengunjungi pabrik Marifood, agar mereka bisa mendapat penjelasan tahapan produksi serbat capa Jangkrik Mas sekaligus merasakan bau aroma rempah-rempah yang digunakan dalam pembuatan minuman penghangat yang menyehatkan itu.

Di sela-sela acara, Ketua Format Kota Semarang Riyono, mengatakan, dirinya bersama teman-teman para pemijat tunanetra mengaku senang dan gembira bisa merasakan suasana di pabrik Marifood.

Meski tak bisa melihat, namun dirinya bisa merasakan dan mencium rempah-rempah yang digunakan dalam pembuatan minuman serbat.

“Saya dan teman-teman tentu senang, banyak pengalaman yang kami dapat. Mereka bergembira karena disini juga dijelaskan manfaat serbat, dan bagaimana manfaat berbisnis secara mudah, untuk menambah pemasukan bagi kami, ” ujar Riyono.

Menurut Riyono yang sehari-hari buka praktik pijat di bilangan Sampangan, Semarang, setiap ada pasien yang pijat ditempatnya, sekaligus ditawari minuman serbat Cap Jangkrik Mas untuk mengusir penyakit masuk angin.

“Jadi selain diterapi dari luar dengan pijat, juga dari dalam dengan minum serbat agar sehat luar dalam. Kalau lagi ramai bias habis 10 hingga 15 serbat. Jadi kalua ada orang pijat sekaligus saya kasih minuman serbat, dan jika mau dibawa pulang ya mereka beli,” beber Riyono.

Riyono berharap setelah mengikuti kegiatan dari Marifood ini bisa berbisnis dengan lancar.

“Terima kasih banyak Marifood atas dukungannya. Semoga Marifood semakin berkembang,” ungkapnya.

CEO Marifood, Harjanto Halim mengatakan, bahwa perusahaan minuman serbat ini sudah berdiri sejak tahun 1958. Meskipun tidak pernah beriklan, minuman serbat tetap laris karena khasiatnya yang nyata.

“Waktu tak ada yang melanjutkan usahanya perusahaan ini saya ambil. Kini terus berkembang, bahkan sekarang sudah memiliki 4 varian rasa, yaitu orisinal, sereh, wedang uwuh, dan habitussaudah,” terangnya.

Harjanto menambahkan minuman serbat ini memang untuk menyasar untuk konsumen orang dewasa.

“Saya pikir kalu habis selesai pijat alangkah baiknya diberi minuman serbat yang sehat menghangatkan, dari pada hanya dikasih air putih,” tukasnya.

Harjanto mengatakan pihaknya mengundang para pemijat untuk mengunjungi pabrik supaya mereka mempunyai kesempatan sama seperti yang lainnya.

“Kita mengundang para pemijat tunanetra ini agar mereka juga mengenalkan kepada pasien pijat, khasiat minuman serbat cap Jangkrik Mas,” tandasnya.

Ke depan Harjanto punya keinginan minuman serbat ini bisa dibawa saat orang naik haji atau umroh, karena banyak manfaatnya.

“Serbat sangat cocok dibawa para jamaah, minuman yang menghangatkan dan menyehatkan ini cocok untuk kondisi cuaca yang ekstrim di Arab Saudi, kalau siang panas sedangkan kalau malam sangat dingin,” harap Harjanto. (Heru Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here