Pembekalan KKN, Ini Pesan Sekda Fahrizal kepada Mahasiswa UIN RIL

Bandar Lampung – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Ir Fahrizal Darminto MA hadir dalam pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa, Rabu (05/06/2024).

Dalam pembekalan tersebut, Sekda berpesan untuk memahami medan KKN terhadap kondisi desa, baik secara fisik maupun sosial budaya.

“Kita harus tahu medan fisik KKN, apakah ada kekeringan, banjir, atau daerah pantai. Kita juga harus tahu ketersediaan air bersih di desa,” terangnya.

“Kita juga harus paham medan sosial budaya di desa, agar program KKN bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan kepada mahasiswa agar selalu menjaga nama baik almamater dan menjaga korps dunia pendidikan.

Selain itu, Sekda juga menekankan untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa dengan berbagai program yang bermanfaat dan berkelanjutan.

“Jangan terjebak pada pekerjaan fisik yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Mahasiswa KKN harus menjadi inovator dan akselerator pembangunan di desa, membangun kolaborasi,” tegasnya.

“Setelah pulang harus punya target, kompetensi apa setelah KKN, seperti menjadi lebih pandai membangun partisipasi masyarakat, lebih pandai menyampaikan inovasi, berkoordinasi, menjadi lebih pandai berkomunikasi kepada masyarakat,mendengar persoalan dan memberikan solusi,” tandasnya.

Pembekalan KKN ini juga mengundang beberapa narasumber, yaitu Chalid Muhammad, Ketua Institut Hijau / Penasihat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dengan materi “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Berkelanjutan”.

Kemudian, Teguh Hadi Sulistiono SIP MSi, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, dengan materi “Penguatan Pilar Sosial Budaya dan Lingkungan di Desa”; dan Dr. M. Rikza Chamami, M.S.I, Dosen UIN Walisongo Semarang, dengan materi “Praktik-Praktik Keagamaan dan Moderasi pada Masyarakat Pedesaan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here