Beranda Asahan Pemkab Asahan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026

Pemkab Asahan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026

Asahan – Bupati Asahan H. Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Halaman Mapolres Asahan, Kota Kisaran, pada Kamis (12/03/2026) pagi.

Apel ini digelar dalam rangka kesiapan pelayanan pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Asahan.

Pantauan di lokasi, Bupati hadir bersama Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., unsur Forkopimda, serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Asahan.

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyatakan kesiapan penuh jajaran Pemkab Asahan mendukung kelancaran lebaran 1447 H.

Ia memastikan bahwa jalur mudik yang melintasi Kabupaten Asahan akan terpantau dengan baik.

“Stok BBM untuk para pemudik yang melintasi wilayah Asahan aman. Kami minta warga tetap hati-hati dalam berlalu lintas,” kata Rianto.

Usai apel, jajaran Forkopimda langsung melakukan pengecekan ke sejumlah Pospam di wilayah Kabupaten Asahan.

Khusus di Asahan, sebanyak 199 personel gabungan disiagakan untuk melayani pemudik di berbagai titik pengamanan

Pesan Kapolri Terkait Situasi Global

Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. bertindak sebagai pimpinan apel.

Dalam arahannya, Kapolres membacakan amanat tertulis dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Amanat tersebut menyoroti dinamika global saat ini, termasuk konflik di Palestina-Israel serta Iran-Amerika Serikat.

Situasi tersebut dinilai berpengaruh pada ekonomi nasional, seperti fluktuasi harga minyak dan nilai tukar Rupiah.

“Pemerintah terus melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memberikan subsidi energi guna menjaga harga minyak,” ujar AKBP Revi saat membacakan pidato Kapolri.

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan bakar selama masa lebaran.

Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, survei Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat mencapai 143,9 juta orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini