Onlinekoe.com, Bogor – Pemkot Bogor mengaku kesulitan memperingatkan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cipakancilan. Agar tidak buang sampah ke sungai. Kebiasaan buruk itu, terus terjadi dari waktu ke waktu. Sarana dan prasarana dijadikan dalih belum optimal penanganan sampah.
Camat Tanah Sareal Asep Kartiwa mengatakan, perilaku masyarakat di kawasan aliran sungai pada dasarnya hampir sama. Mereka lebih memilih membuang sampah yang mudah dan praktis.
Asep juga tak menampik penanganan sampah di sungai yang membentang di Kelurahan Kedung Badak dan Sukaresmi itu belum optimal karena keterbatasan sarana.
“Kita acapkali sosialisasikan Perda, agar tidak buang sampah ke sungai. Kendala sarana dan prasarana, namun kita sedang berupaya, pelan-pelan mengedukasi dan menyediakan sarana prasarana bagi warga yang lokasinya jauh dari TPS,” ujar Asep Kartiwa Rabu (4/9/2019).
Sebelum ada temuan tim Satuan Tugas Ciliwung, Kecamatan Tanah Sareal sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk menangani tumpukan sampah di Sungai Cipakancilan.
Namun demikian tandas Asep, medan sungai yang curam membuat tim kesulitan membersihkan tumpukan sampah yang menutupi permukaan sungai tersebut.
Sementara volume sampah kian bertambah, menambah catatan buruk bagi penanganan sampah di aliran sungai yang kini tengah heboh dibicarakan.
“Sebelum tahun 80-an orang sudah terbiasa buang sampah disitu, dengan penambahan penduduk, volume sampah secara otomatis semakin banyak. Diperparah keberadaan sungai Cipakancilan berdekatan dengan jalan raya Kedung Badak,” tutur Asep.(Den)







