Beranda Ragam Pengadilan Agama Sebut, 3.880 orang Cerai Karena Ekonomi

Pengadilan Agama Sebut, 3.880 orang Cerai Karena Ekonomi

Onlinekoe.com, Bogor—Pengadilan Agama Cibinong, keluarkan realise kasus perceraian selama Januari hingga Agustus 2019, mencapai 3.880 orang. Mayoritas dalam kasus tersebut, umumnya dilakukan pihak istri menggugat perceraian dan memilih menjanda.Siapa mau daftar

“Umumnya terjadi perceraian lebih disebabkan karena faktor ekonomi, Berpotensi menimbulkan perselisihan dan pertengkaran terus menerus dan janji janji saat pacaran suka diungkap,” kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1A, Tati Sunengsih Jumat (11/10/2019)

Menurutnya, desakan perceriaan dalam kasus tersebut, tak bisa diupayakan untuk rujuk kembali. Akibatnya gugatan cerai, terpaksa harus dilakukan, alasan faktor ekonomi paling dominan diungkap dalam gugatan istri. “Rata rata dari gugatan itu, rumah tangga terjadi perselisihan dan pertengkaran serta letupan keributan acapkali terjadi,”, kata Tati.

Dari 3.880 kasus perceraian dari Januari sampai Agustus 2019, sebanyak 3.003 perceraian diajukan pihak istri. Sisanya, 807 perceraian, diajukan pihak suami.”Selama 2018 atau 2019 sama, paling banyak perceraian yang diajukan dari pihak istri,” katanya.

Pengadilan Agama Cibinong sejak 2018 lalu, tercatat 5.160 perceraian. Darijumlah tersebut, rata rata diajukan pihak istri yakni 3.984. Sementara gugatan perceraian yang diajukan pihak suami berjumlah 1.176.

Namun ketika dideasak wilayah yang paling dominan melakukan perceraian, Tati Sunengsih tidak dapat dapat memperinci wilayah mana yang paling dominan. “Saya enggak begitu tau. Tapi yang jelas, kasus perceraian dari berbagai wilayah di Bumi tegar beriman,” tandasnya.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here