Pengayuh Becak Di Pringsewu Sandang Gelar S3

0
218

Onlinekoe.com | Pringsewu – Luar biasa perjuangan salah satu warga Pringsewu, Eko Suncaka, dalam perjalanan hidupnya 16 tahun mata pencahariannya sebagai pengayuh becak, akhirnya 23 Maret 2022 diwisuda dengan menyandang Gelar Doktor di Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL).

Putra kelahiran Pringsewu yang merupakan anak dari pasangan Suratmin (Alm) dan Ibu Tuminah ini, dengan terharu dan meneteskan air matanya saat menyampaikan riwayat perjalanan hidupnya ke pada Onlinekoe.com dan Sumaterapost.co.

Dirinya mengatakan, dilahirkan dari keluarga kurang mampu, namun punya cita-cita yang mulia bagaimana bisa menempuh pendidikan, dalam kehidupannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membantu orang tua serta membiayai sekolah, tidak malu-malu mengayuh becak selama 16 tahun.

“Pekerjaan apapun dilakukan yang penting halal, termasuk menjadi petugas kebersihan, menyapu Gereja selama 4 tahun, yang dijalani dengan ikhlas,” ungkapnya.

Eko Suncoko yang mempunyai Istri bernama Nurleli., S. Pd, PNS di MIN 1 Pesawaran, lebih lanjut menuturkan, pahit getirnya bertahan hidup, setelah 4 tahun menjadi petugas kebersihan Gereja, dirinya kemudian menjadi Satpam selama 5 tahun dengan ulet ditekuni, dan kemudian, menjadi staf di Universitas Muhammadiyah Pringsewu (Umpri).

Eko Suncaka pun menceriterakan saat diwisuda Sarjana S3, tidak dinyana-nyana ketika di umumkan, dirinya menyandang predikat sangat memuaskan, istri dan kedua orangtuanya terharu saat mendampingi wisuda, bangga dan senang tampak dari keluarga kecilnya.

Akhirnya pengayuh becak ini menyandang Gelar, Dr. Eko Suncaka. S.Pd.,M.M, dan berharap sebuah kebanggaan untuk ke dua anaknya, Adinata Bahuwirya saat ini sedang menempuh pendidikan di MBS Jogjakarta, dan anak ke duanya, Griseldis Salsabila, yang masih duduk di bangku SD Muhammadiyah Pringsewu.

Dr. Eko Suncaka., S. Pd., M.M, mengucapkan terimakasih kepada orang tua, istri, anak, saudara dan sahabat-sahabat yang telah memberikan suport baik secara moril dan non moril sehingga dirinya dapat menyelesaikan studi S3 dan mendapatkan gelar Doktor, pencapaian ini bukan berarti di lewati dengan mudah tapi dengan tetesan keringat dan air mata perjalanan hidup diarungi

Dirinya bertekad pencapaian ini seluruhnya akan diabdikan khususnya untuk keluarga besar, dan umumnya kabupaten Pringsewu, tentunya juga untuk memotivasi para putra dan putri di Kabupaten Jejama Secana.

“Walaupun kita lahir dari keluarga yang tidak mampu, bukan berarti hak untuk belajar menjadi terbatasi, tapi hak untuk belajar adalah untuk semua orang tidak memandang kasta dan warna kulit, Ketika kita bisa memimpikannya berarti kita bisa mewujudkannya, itulah yang menjadi motivasi saya,” ujar Dr. Eko Suncaka. S. Pd.,M.M.(A/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here