Onlinekoe.com | Padang – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, berterimakasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yang memilih Sumbar sebagai salah satu lokus kegiatan Peningkatan Pendamping Literasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Kegiatan tersebut dinilai sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dalam meningkatkan aktivitas literasi di ribuan perpustakaan yang ada di Sumbar, berlangsung di ZHM Premier Kota Padang, Selasa (25/6/2024).
“Sumbar sangat beruntung menjadi satu dari 20 lokasi yang menjadi tempat digelarnya kegiatan ini. Kita di Sumbar memiliki setidaknya 4.268 perpustakaan di SD/MI sederajat, 856 di SMP/MTs sederajat, 338 di SMA/MA sederajat, dan 216 di SMK.”
“Belum termasuk perpustakaan lain di perkantoran, nagari, dan lain-lain. Kita ingin ribuan perpustakaan itu termanfaatkan secara baik dan maksimal,” kata Mahyeldi, dalam sambutannya.
Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Perpusnas RI selama ini untuk Sumbar, terutama sekali dalam pembangunan dan pengembangan hingga 320 unit perpustakaan serta Taman Baca Masyarakat (TBM) di Sumbar sejauh ini.
Dukungan itu disebut sangat senyawa dengan upaya Pemprov Sumbar dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui perpustakaan.
“Banyaknya perpustakaan tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola perpustakaan yang berkualitas. Selain menguasai sumber bacaan, pengelola pustaka juga semestinya punya kemampuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, dan dapat memotivasi pelajar di sekolah untuk selalu dekat dengan pustaka,” tuturnya.
“Oleh karena itu, kegiatan ini sangat kita butuhkan,” tukuk Gubernur Mahyeldi yang didampingi Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Woro Titik Haryanti dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan peningkatan kualitas literasi pendamping pustaka itu memang bertujuan untuk mengembangkan kualitas perpustakaan, serta meningkatkan kecakapan literasi pendamping perpustakaan di sekolah/madrasah.
“Peran kecakapan literasi jelas tak tergantikan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, tidak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses informasi secara memadai.”
“Salah satu usaha untuk mengatasinya, adalah membangun dan mengembangkan perpustakaan sekolah/madrasah, sehingga dapat membantu siswa dalam mengubah informasi menjadi pengetahuan, melalui aktivitas penelitian, aktivitas imajinatif, dan lain sebagainya,” jelas Woro.
Ia menuturkan melalui kegiatan peningkatan kualitas tersebut, pengelola perpustakaan diharapkan mampu mendampingi siswa dan guru di sekolah untuk melakukan berbagai kegiatan literasi seperti penelitian sederhana dan kegiatan lainnya.
Sumbar sendiri, kata Woro, merupakan satu dari 20 lokus pelaksanaan kegiatan, dengan jumlah peserta 500 orang di mana sebanyak 100 peserta hadir secara luring, dan 400 peserta lain hadir secara daring.
“Sumbar memang salah satu provinsi yang aktif mengembangkan literasi masyarakat, sehingga Sumbar kerap mendapatkan dukungan dan bantuan dari Perpusnas.”
“Termasuk penyelenggaraan kegiatan ini,” terang Woro Titik Haryanti, yang dalam kesempatan tersebut juga menyalurkan bantuan dari Organisasi Inti Perempuan Indonesia senilai Rp25 juta untuk penanganan bencana di Sumbar. (Warman/Adpsb)