Beranda Ragam Petani Bireuen Mulai Turun Kesawah, Traktor Masih Kurang

Petani Bireuen Mulai Turun Kesawah, Traktor Masih Kurang

Onlinekoe.com, Bireuen-Petani pada sejumlah gampong dalam beberapa Kecamatan,dalam wilayah Kabupaten Bireuen, mulai turun kesawah,untuk menanam padi rendengan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bireuen, tapi sayang alat olahan tanah masih kurang berupa traktor tangan dan traktor besar.
Hal ini, diungkapkan beberapa petani yang tergabung dalam Kelompok Tani,kepada media ini,Rabu (22/05) menyebutkan, para petani,setelah  Bendungan air Irigasi Pante Lhong II,dilokasi Juli Bonyot, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen,dibuka beberapa pekan lalu,petani terus membuat persiapan pada lahan sawah mareka,ujar Iskandar bersama Salihin,petani di Kecamatan Juli.
Dalam persiapan turun kesawah mareka, melakukan gotong royong bersama, walaupun bulan suci ramadhan, memberikan saluran cacing maupun membuat pematang, agar air yang berasal dari saluran tersier,bebas masuk ke dalam sawah dan pula air bisa meredam tanah untuk persiapan olahan oleh traktor tangan dan traktor besar.
Kendala utama bagi petani setiap musim tanam baik gado dan rendengan,adalah kurangnya fasilitas traktor tangan dan traktor besar, sehingga harus menunggu giliran,untuk olahan tanah sawah petani, diberbagai gampong,sebab pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, walaupun banyak juga traktor tangan dan traktor mesin besar,tidak mengikuti, sebut, Muhammad Junaedi,petani dari Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen,yang dihubungi secara terpisah.
Kekurangan traktor tersebut,mungkin luas areal sawah di sejumlah Kecamatan, berbeda beda, terapi menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen Muhammad Nasir,luas areal sawah lebih kurang Sekitar dua puluh dua ribu hektar,untuk areal menggunakan air irigasi Pante Lhong II,dan areal sawah waduk maupun sawah tadah hujan.
Faktor utama kesulitan petani kurangnya alat pengolahan tanah, harus menunggu giliran, sehingga penanaman padi rendengan terlambat mulai pembibitan benih unggul selama delapan belas hari sampai dua puluhan lima hari,benih harus dicabut,untuk dipindahkan ke lahan sawah mareka dengan cara membayar ibu ibu rumah tangga sistim seumula.
Kekurangan alat pengolahan tanah,menjadi tidak serentak pembibitan dan penanaman padi,ujar Ramlan,ini, setiap musim tanam,untuk itu pemerintah kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, dapat membantu traktor tangan dan traktor besar,untuk menutupi musim tanam rendengan sesuai jadwal yang telah ditetapkan itu.
Disamping itu,petani juga sangat mengharapkan kepada pemerintah, persediaan berbagai jenis pupuk, cukup dan mudah diperoleh,baik pupuk Urea,TSP,MPK maupun pupuk organik, sedangkan benih petani sudah tersedia sewaktu panen tiba, langsung disimpan untuk benih unggul dan bagus atau banyak pula tersedia di tempat penjualan safrodi pertanian.
Untuk kegiatan turun kesawah, bagi petani walaupun bulan suci Ramadan,terus melakukan, persiapan pembibitan, bahkan memperbaiki pematang dan saluran,sesudah lebaran baru  pemindahan bibit ke  areal sawah,tambah, Iskandar bersama Hamzah Ahmad (r.jibro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini