Rela Puaskan Nafsu Dukun, Bahkan Tumbalkan Anaknya Untuk Pesugihan

0
513
Dok. Antaranews.com

Onlinekoe.com | Sulawesi Tenggara – Seorang ibu di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berinisial ZY (45), lantaran ingin cepat kayatega memaksa anak perempuannya yang masih di bawah umur sebagai korban ritual pesugihan.

Korban dipaksa sekaligus anaknya menjalani ritual pesugihan dengan melayani kemauan dukun berinisial AU. Lalu, korban diperkosa oleh dukun tersebut.

“Kami sudah lakukan langkah-langkah dengan mendatangi TKP, melakukan upaya paksa kepada ibu kandung korban. Perempuan ZY sudah kita proses, sedangkan terduga AU selaku dukun tersebut masih dalam pengejaran oleh tim kami,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Muna Iptu Hamka kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).

Awalnya, ZY dihubungi oleh AU. Saat itu, AU memberi tahu bahwa dia memiliki kemampuan untuk membuat orang lain menjadi kaya.

Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di tempat penginapan di Raha. Saat bertemu, dukun AU kemudian merayu ZY dan mengatakan bahwa salah satu syarat untuk melakukan ritual adalah berhubungan badan.

“ZY nurut dengan melayani AU untuk berhubungan badan. Setelah melayani, ZY diberikan benda yang dibungkus kain putih dan diminta disiram air setiap malam,” jelas Hamka.

Tak hanya disitu, bahkab dukun cabul tersebut kemudian meminta perempuan lain. Demi memenuhi permintaan itu, ZY kemudian mencari teman yang bisa diajak.

Tetapi, karena tidak ada orang atau temab yang dapat diajak, ZY membawa anaknya kepada AU. ZY bahkan memaksa dan mengancam anaknya untuk ikut ritual pesugihan. Ritual ini terungkap setelah korban menceritakan semua yang dialami kepada Ayahnya yang baru pulang dari perantauan. 

Kemudian, Ayah dan keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Muna. Saat ini, pelaku ZY ditahan di ruang tahanan Mapolres Muna.

Ia terancam hukuman berdasarkan Pasal 81 jo Pasal 76 D dan Pasal 82 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here