Bandar Lampung – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, melantik pengurus DPC Kota Bandar Lampung dan 14 DPC HKTI Kabupaten/Kota di Lampung untuk masa bakti 2026–2031.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Jumat (31/7/2026) Sore.

Reri Pambudi resmi dilantik menjadi Ketua DPC Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Kota Bandar Lampung, juga Sekretaris Muhammad Abid Farid dan Bendahara Gilang Kurniawan Samsul Bahri.
Adapun beberapa jajaran pengurus DPC HKTI Kota Bandar Lampung yang juga ikut hadir pada pelantikan tersebut yaitu Wakil Ketua Bidang Produksi Anjas Rahmatullah, Wakil Ketua Bidang Perdagangan Rehadian Nur Satria, Wakil Ketua Non-Bidang Fikri Amiq, Wakil Sekretaris Bidang Produksi A.B Tri Pahlawan dan Wakil Bendahara Muhammad Haydar Baragbah.
Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding, mengajak seluruh jajaran HKTI di Lampung memanfaatkan momentum ketika sektor pertanian menjadi prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mempercepat berbagai program strategis, mulai dari optimalisasi lahan, pembangunan sawah baru, revitalisasi irigasi, pengembangan benih unggul, hingga modernisasi pertanian berbasis teknologi.
“Peran HKTI akan diuji. Organisasi ini harus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan pertanian di lapangan demi tercapainya swasembada pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani,” ujar Abdul Kadir.
Abdul Kadir juga menegaskan HKTI harus bertransformasi menjadi organisasi yang memberikan manfaat langsung bagi petani melalui advokasi kebijakan, pendampingan usaha tani, regenerasi petani, serta penguatan daya saing pertanian.
“HKTI harus mampu menunjukkan perannya. Bendera HKTI harus berkibar untuk kesejahteraan petani, khususnya di Provinsi Lampung,” tegasnya.
Ketua DPC HKTI Kota Bandar Lampung Reri Pambudi menegaskan, pihaknya berkomitmen siap mendukung program HKTI Provinsi Lampung yang dinahkodai Rahmat Mirzani Djausal.
Diketahui, wilayah perkotaan Kota Bandar Lampung memiliki luas lahan pertanian yang relatif sangat kecil dan terus menyusut akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman, dengan sebaran yang terbatas di beberapa kecamatan seperti Rajabasa dan Kemiling.
Namun, tantangan lain ada di kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandar Lampung saat ini sangat rendah dan mengkhawatirkan, yaitu baru mencapai sekitar 4,5% dari total luas wilayah kota.
Angka ini jauh tertinggal dari ketentuan minimal 30% yang diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Reri Pambudi menegaskan, DPC HKTI Kota Bandar Lampung juga berkomitmen ikut andil dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang ekologis, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung hingga OPD, untuk meningkatkan kualitas ruang hijau di kota dalan segi kebersihan dan pemeliharaan, sehingga menjaga keseimbangan alam dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Terakhir, dirinya berpesan untuk selalu kompak dalam menjalankan kepengurusan, kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi itu yang paling utama adalah kompak.
“Kuncinya kompak, mudah-mudahan apapun yang menjadi tujuan kita dapat tercapai. Sehingga manfaat di tengah masyarakat pun kian terasa,” tutup Reri Pambudi.
(Red)







