Beranda Ragam Sihir Tristan, Sang Pangeran Jazz dari Negeri Belanda

Sihir Tristan, Sang Pangeran Jazz dari Negeri Belanda

Onlinekoe.com, SEMARANG – Penampilan ciamik dan engergik , Sang Pangeran Tristan Band pengusung jazz asal Belanda pukau publik Semarang. Ratusan orang memadati Gedung Radjawali Semarang Cultural Center yang megah di kawasan  Piere Tendean, Semarang. Konser diawali pemanasan tampil TB band lokal Semarang sebagai pembuka  atmosfer konser. Publik jazz kota Semarang benar-benar beruntung disuguhi konser yang berkualiatas, dalam gedung yang representatif dan gratis.

Sekira dua jam tanpa jeda belasan lagu meluncur dari vokalisnya Evelyn Kallanse. Musik yang indah ditingkahi vokal jazzi Evelyn ,tata cahaya yang ciamik dan akustik gedung yang bagus membuat konser Tristan ini benar-benar berkelas. Konser diawali dengan pemanasan tampil  TB  Band pembuka dari kota Semarang.

Band yang digawangi Coen Molenaar (keyboard), Guy Nikkels (gitar), Fran Vollink (gitar bas), Sebastian Cornelissen, dan satu-satunya punggawa cewek  Evelyn Kallanse sebagai vokalis ini tampil di Semarang merupakan persembahan Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis yang menggandeng Widya Mitra dan Komunitas Ngisor Ringin Semarang.

Penampilan Tristan mengingatkan perfomance Tower of Power, Snarky Puppy dan Incognito dan Brand New Heavies pengusung acid jazz klasik. Tetapi Tristan tetap punya pembeda, selain punya formasi unik, komposisi dan kualitas aransemen yang didedahkannya punya nilai plus. Apalagi mereka tampil humble dan ceria dengan improvisasi-improvisasi yang menawan. Sesekali Evelyn sebagai vokalis dengan ramah menyapada mengajak penonton untuk menyanyi bersama.

Genre musik Tristan bisa disigi seb mengakaragai acid jazz yang pada gerakan musik Inggris yang berjaya di era tahun delapan puluhan dan sembilan puluhan. Ramuan jazz, funk dan soul melebur harmonis dan indah. Ditambah improvisasi para punggawa yang saling merespon.

Tristan merupakan salah satu Band yang cukup produktif. Dalam lima tahun perjalanannya Tristan sudah menelurkan lima album. Tur yang digelar di empat kota tanah air, yaitu; Semarang,Probolinggo, Yogyakarta dan Jakarta , sebagai perayaan para punggawa Tristan sudah bergabung selama lima tahun. “The Spice of Five” dirilis jadi nama albumnya,sekaligus menjadi tajuk konser turnya. Penaka rempah-rempah mereka berasal dari jenis rempah yang berbeda tetapi lebur dan ngeblend ketika menjadi ramuan, satu dalam jiwa dalam harmoni jazz yang benar-benar indah.

Acid Jazz Berbalut Energi

Seperti dilansir dalam cultuurpodiumboerderij.nl musik Tristan digambarkan sebagai ‘feel-good vintage Acid Jazz music’ berbalut energi, vibe and nuansa kekinian, sebagaimana dimainkan beberapa musisi pop/jazz terbaik dari Eropa. Paduan gitar funky, fender rhodes dengan suara synth dan sebagian  ritme yang dimainkan bersamaan: semua ini masih ditambah dengan harmoni raungan merdu suara sang vokalis Evelyn Kallansee.

Musiknya seakan membawa kita kembali ke era tahun 1970-an. Kualitas pengaturan dan komposisi menjadikan formasi Tristan unik. Debut album “Full Power” yang dirilis pada 2014 memicu reaksi dan tanggapan dan ulasan yang positif.

Dalam album ini Tristan berkolaborasi, antara lain dengan, penyanyi soul AS Heston, saksofonis Nigel Hitchcock dan pemain terompet terkenal Randy Brecker. Kedua albumnya, “Full Power” dan sekuelnya “2nd Phase” mencapai posisi pertama di tangga lagu UK Soul karena sering disiarkan secara langsung dan diikuti juga oleh radio. “Lifestyle”. Demikian juga dengan album ketiga Tristan, dirilis pada musim semi 2016 juga disambut dengan baik. Dari keberhasilan ini, band asal Belanda ini melanglang  tur di Jepang, Polandia, Inggris, Jerman dan Rumania.

Diikisahkan cultuurpodiumboerderij.nl. pada tahun 2017 CD “Live in Concert” dirilis di seluruh dunia; melalui rekaman langsung dengan line-up besar. Selanjutnya band ini meluncurkan “The Spice of Five”, yang sekarang sudah menjadi album kelima Tristan. “Album yang direkam dengan konsep “5-piece core band” ini dirilis di seluruh dunia mulai 5 April 2019. Sebuah album yang benuansa murni, personal, energik dan penuh komposisi baru yang segar, tetapi tanpa kehilangan suara Tristan yang khas. Apalagi kelompok band ini sudah eksis selama lima tahun,” papar Evelyn mewakili kawan-kawannya dalam jumpa pers sebelum konsernya di Semarang. (Christian Saputro)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here