Syukuran Gebyar Satu Dasa Warsa KSD Meriah dan Gayeng

Semarang – Komunitas Sahabat Difabel (KSD) menghelat acara Gebyar Satu Dasa Warsa KSD ini mengusung tema : “Satu Dasa Warsa, Satu Hati, Satu Cinta, Satu Harapan Untuk Indonesia Inklusi”.

Sebelum acara Gelaran Syukuran Satu Dasa Warsa KSD diadakan kegiatan pengajian di Mushola Al Ikhlas Dinas Provinsi Jawa Tengah dan perayaan misa syukur Satu Dasa Warsa Komunitas Sahabat Difabel Bersama Romo Eduardus Didik Cahyono, SJ di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Hajat memperingati Hari Ulang Tahun Ke – 10 KSD ini digelar di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (11/05/2024) berlangsung dengan meriah.

Nampak hadir Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Sosial Heroe Soekendar S.Sos, Kabid Pemberdayaan Dinsos Provinsi Jawa Tengah, Endah Setiorini SH, MH, mitra KSD, tamu undangan dan sahabat difabel dari berbagai komunitas.
Ketua Panitia Gebyar Satu Dasa Warsa KSD Ariel Sapta Wulan dalam laporannya mengatakan, tanpa terasa tahun ini tanpa terasa tahun ini Komunitas Sahabat Difabel (KSD) genap berusia satu dasa warsa. “KSD mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih dengan berbagai pihak yang mendukung kegiatan pengingatan hari jadi KSD ini sehingga bisa berlangsung . dengan meriah,” ujar Ariel.

Ariel menambahkan, gelaran Gebyar Satu Dasa Warsa KSD ini mengusung tajuk: “Satu Dasa Warsa, Satu Hati, Satu Cinta, Satu Harapan Untuk Indonesia Inklusi”.

Tahun ini, lanjut Ariel, dalam helat Satu Dasa Warsa KSD digelar berbagai acara antara lain; lomba menulis buku, pengajian, misa syukur dan berbagai pentas seni dari anggota KSD.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Heroe Soekendar S.Sos, mengatakan, kehadiran KSD selama ini sangat bermanfaat baik bagi anggotanya maupun bagi pemerintah sebagai mitra.

“Harapannya ke depan KSD bersama pemerintah bisa terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas kehidupan sahabat difabel untuk semakin mandiri, setara dan inklusi,” ujar Heroe.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Pemberdayaan Dinsos Jateng Endah Setiorini SH, MH, mewakili Kepala Dinas Sososial Provinsi Jawa Tengah, mengatakan, pemerintah mempunyai perhatian dan kepedulian kepada penyandang disabilitas. Agar hidup setara dan iklusi.

“Perlindungan dan hak para penyandang disabilitas dijamin dan sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas,” terang Endah Setiorini.
Salah satu anggota KSD terlama Didik Sugiyanto mengisahkan pengalamanya, sepuluh tahun lalu para penyandang disabilitas sangat sulit mengakses berbagai fasilitas. Tetapi kini para sahabat difabel perlindungandan hak sudah dijamin dalam Perda.

“Dulu untuk mengakses berbagai layanan sangat sulit. Tetapi kini dengan adanya Perda perlindungan dan hak penyandang disabilitas terjamin. Bahkan saat ini saya seorang penyandang disabilitas fisik bisa memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Hal ini tidak mungkin bisa didapatkan sepuluh tahun lalu,” ujar mantan Ketua KSD 2016 -2020 berkisah.

Founder dan Inisiator KSD – RD Noviana Dibyantari menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih untuk doa, dukungan, perhatian dan donasinya selama ini untuk mendukung karya pelayanan KSD-RD selama Satu Dasa Warsa berjalan.

“Kami boleh mendampingi sahabat sahabat difabel hingga hari ini, masih terus berkarya dalam pelayanan dan pendampingan sahabat difabel tentunya berkat dukungan berbagai pihak. Kami terus berupaya bisa memberi kesempatan kepada para sahabat difabel dan menjadikannya setara dan inklusif,” ujar Noviana Dibyantari.

Pada kesempatan itu, bunda Novi, panggilan karib founder KSD itu, mengingatkan, untuk tidak lupa memberikan kontribusi optimal dalam melayani dengan baik kebutuhan untuk mtuk menggapai inlusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.“Sejauh mana kita memaknai refleksi perjalanan satu dasa warsa KSD –RD. Kalau saya sederhana saja berubah atau punah.Semoga kita bisa mewujudkannya,” tandas Noviana.

Kegiatan Gelaran Syukuran Gebyar Satu Dasa Warsa KSD berlangsung gayeng ini dimeriahkan dengan Joget Jinggle Indonesia Inklusi, pertunjukan operet dari Rumah Pintar Effata, perform KSD, Bina Bunda, dan St.Lidwina.

Pada pamuncak acara diumumkan dan dilakukan penyerahan hadiah lomba menulis dari Mitratel Telkom. Di penghujung acara ada diserahkan tali asih untuk relawan dan pengajar, doorprizes,serta pembagian sembako dari CSR PT KAI.
(Heru Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here