Beranda Ragam Tren Harga Emas Akibat Tekanan Dolar AS

Tren Harga Emas Akibat Tekanan Dolar AS

Onlinekoe.com, Medan – Tren harga emas dunia bela kangan ini, terutama dalam 1 tahun terkahir mengalami kenaikan signifikan.

Bayangkan setahun lalu harga emas dunia sempat diperdagangkan di kisaran 1.200 dolar Amerika Serikat (AS) per troy once. Tak heran saat ini harga emas dunia diperdagangkan mencapai 1500 dolar AS per troy once.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin mempredik sikan penguatan harga emas ini tidak terlepas dari akibat tekanan mata uang Dolar AS seiring memburuknya data perekonomian negeri Paman Sam itu.

Eskpektasi terkait dengan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The FED juga turut memperburuk kinerja mata uang Dolar AS sebelumnya. Dolar dan Emas merupakan instrument investasi yang paling banyak digunakan oleh investor di dunia (safe haven). Bahkan kinerjanya kerap bertolak belakang, kalau dolar naik, emasnya cenderung turun dan sebaliknya.

Nah, ditengah kenaikan harga emas belakangan ini. masyarakat diharapkan jangan latah untuk ikut-ikutan membeli emas. Tetapi pahami terlebih dahulu mengapa harga emas ini bisa mengalami kenaikan.

“Sejauh ini saya melihat kondisi ekonomi global yang cenderung memburuk membuat banyak investor beralih ke emas,” kata Gunawan kepada Sumaterapost.co di Medan, 9/10/2019 terkait kenaikan harga logam mulia.

Lantas apakah tepat jika membeli emas di posisi 1500-an US Dolar, atau sekitar Rp 730 ribuan lebih per gramnya saat ini?. Agaknya perlu diwaspadai. Jangan sampai terbentuk opini di masyarakat bahwa emas harganya akan naik terus.

“Itu sebabnya sebelum membeli emas sebaiknya kita memastikan bahwa kita akan mengikuti perkembangan ekonomi global yang mempengaruhi harga emas, guna menghindari kerugian,” ucap Gunawan yang mengaku terus memantau ekonomi global dan regional.

Dia melukiskan jika tren perkembangan suku bunga acuan di AS diopinikan atau diekspektasikan, emas akan turun. Namun, membeli emas saat ini masih memberikan ruang bagi penguatan harga emas itu sendiri.

“Artinya kita berpeluang mendapatkan keuntungan. Selanjutnya, jika tensi perang dagang memburuk, emas bisa dibeli, karena saya yakin kondisi ekonomi yang buruk tersebut cenderung memunculkan sikap “cari aman” dengan membeli emas bagi semua investor di dunia,” ujarnya.

Secara teknikal, emas juga masih berpeluang naik dikisa ran 2000 dolar AS per once troy. Bahkan diperkirakan akan mencapai harga Rp 1 juta per gramnya. Tetapi ingat, faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas harus di update setiap hari setelah membeli emas. Jangan terlewatkan sedikitpun, karena dinamika ekonomi global cenderung sangat cepat berubah belakangan ini.

Harus tetap hari-hati, dan emas yang direkomendasikan adalah emas murni atau logam mulia. Bukan emas perhiasan. Kenali resiko sebelum membeli emas. Jangan hanya terbawa ajakan sesat pihak pihak tidak ber tanggung jawab.

Terlebih bagi pembeli emas yang beragama islam. Jangan sampai ada pihak pihak tertentu yang sengaja menjual dinar (emas).Namun harga acuan dinarnya tidak sepenuhnya mengacu kepada perubahan harga emas dunia. “Jangan mudah terperdaya dengan grafik kinerja harga dinar tersebut. Harus di crossingkan dengan harga emas dunia,” ingat Gunawan.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan membeli emas di tempat-tempat terpercaya. Jangan sampai serah terima fisik emasnya justru tidak ada disitu. Jangan mudah terperdaya seandainya ada oknum penjual emas atau dinar menggunakan hadits saat menj ual barang dagangannya. “Terlebih jika tempat jualannya tidak resmi atau terpercaya, dan serah terima fisik emasnya juga tidak tersedia,” ingatnya.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here