Beranda Lampung Selatan Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Embung SMA Kebangsaan, Ini Kronologi Kejadian nya

Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Embung SMA Kebangsaan, Ini Kronologi Kejadian nya

Onlinekoe.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar konferensi pers terkait penemuan mayat di Embung SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan,Lam sel.

Konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres tersebut dihadiri berbagai wartawan yang sudah menunggu-nunggu dalam pengungkapan fakta atas kejadian tersebut, Selasa, (26/11/19).

Karena diketahui sebelumnya pihak aparat menyatakan bahwa terbunuhnya Zubaidi (37) murni karena kecelakaan, namun setelah dilakukan otopsi ditemukan bukti formula baru.

“Hasil yang didapat oleh penyidik, kita mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku, yang mana sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kepada para saksi” ungkap Kapolres Lamsel, AKBP. Mohamad Syarhan, SIK

Untuk Motif pembunuhan sendiri, pihak aparat menyatakan dengan mitif perekonomian, dimana diketahui bahwa para pelaku juga menggunakan narkotika.

Kronologis Kejadian Pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 sekira pukul 17.00 WIB
saksi ALIYANSYAH yang sedang patroli menemukan sesosok mayat laki-laki yang mengambang di embung/bendungan SMA
Kebangsaan dengan posisi telungkup tanpa menggunakan baju hanya mengenakan celana pendek berbahan jeans
kemudian saksi ALIYANSYAH menghubungi pihak polsek Penengahan dan Puskesmas Kecamatan Penengahan untuk melaporkan kejadian penemuan mayat tersebut. Setelah piket Polsek Penengahan tiba di Tempat Kejadian Perkara selanjutnya piket Polsek bersama dengan anggota Puskemas Kecamatan Penengahan mengevakuasi
korban dari embung
melakukan olah TKP. Dari Hasil olah TKP sementara pada tubuh mayat ditemukan
bengkak pada leher dan dan luka pada pergelangan tangan kiri.
Selarjutnya korban di bawa ke RSUD Hi. BOB BAZAR, SKM Kalianda untuk dilakukan otopsi.

Selain mengamankan para tersangka yang berinisial H (37) dan U (35) warga Desa Pisang Kecamatan setempat.

Aparat kepolisian juga mengamankan berbagai barang bukti dari hasil penyidikan dan olah TKP.

Satu pasang sandal jepit warna biru milik korban,
satu potong celana pendek berbahan levis milik korban.
sebilah senjata tajam jenis keris warna coklat milik korban.
Satu buah sarung golok warna coklat, diduga milik tersangka.
Satu buah batu bulat agak pipih,yang terlilit tali rapia warna hitam.
Satu buah batu bulat ukuran besar warna kecoklatan.
satu buah handpone nokia milik tersangka (U) dan handpone samsung milik tersangka (H)
Dan sebuah handpone samsung duos dan powerbank milik korban.
Satu buah dompet kalep dan senter kepala milik korban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun kurungan penjara. (ADJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here