
BINTAN, ONLINEKOE.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Bupati Bintan, Selasa (5/5/2026). Upacara berlangsung khidmat, diikuti aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, bertindak sebagai inspektur upacara dengan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam amanat tersebut, Hardiknas ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional.
Nada pidatonya tidak menggurui. Lebih seperti ajakan untuk kembali ke akar. Bahwa pendidikan, pada dasarnya, adalah proses memanusiakan manusia.

“Pendidikan dilaksanakan secara tulus dan penuh kasih sayang. Intinya adalah memuliakan manusia, sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among—asah, asih, dan asuh,” demikian kutipan amanat yang dibacakan.
Di titik ini, Hardiknas terasa tidak lagi formal. Ia menjadi pengingat bahwa sekolah bukan sekadar ruang kelas, melainkan ruang pembentukan karakter.
Pendidikan sebagai Fondasi Bangsa
Dalam sambutan tersebut ditegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk generasi beriman, berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan sejumlah kebijakan prioritas. Di antaranya:
— Penerapan pembelajaran mendalam (deep learning)
— Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru
— Penguatan pendidikan karakter
— Peningkatan literasi dan numerasi
— Perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata
Semua itu bukan program jangka pendek. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Kolaborasi Jadi Kunci
Bupati Roby juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pendidikan, kata dia, tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
Ada peran masyarakat. Ada kontribusi dunia usaha.
“Kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” demikian penegasan dalam sambutan.
Kalimat itu sederhana, tetapi implikasinya besar. Pendidikan yang kuat lahir dari kerja bersama, bukan kerja sendiri.
Peresmian Sekolah dan Apresiasi
Di akhir upacara, Pemkab Bintan meresmikan gedung baru TK Negeri Bintan Buyu melalui penandatanganan prasasti. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol komitmen memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Bintan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa dunia usaha memiliki ruang dan peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Haru di Penghujung Upacara
Momen paling emosional terjadi saat pelepasan purna bakti pegawai dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan.
Satu per satu nama dipanggil. Mereka yang puluhan tahun mengabdi, kini menutup masa tugasnya.
Tidak ada tepuk tangan yang riuh. Yang ada justru keheningan yang penuh makna.
Itulah penghormatan tertinggi bagi para pendidik: dedikasi yang tak selalu terlihat, tetapi terasa dampaknya.
Penegasan Arah ke Depan
Peringatan Hardiknas 2026 di Bintan tidak berhenti pada seremoni. Ia menjadi penegasan arah.
Bahwa pendidikan bermutu bukan pilihan, melainkan keharusan.
Bahwa akses yang merata bukan janji, tetapi target yang harus diwujudkan.
Dan bahwa masa depan daerah—bahkan bangsa—ditentukan dari apa yang dilakukan hari ini di ruang-ruang kelas.
Pemkab Bintan tampaknya memahami itu. Tinggal bagaimana konsistensinya dijaga. (***)
Editor: Anwar






