Beranda NASIONAL Ade Yasin “Ngotot” Dorong Pemerintah Pusat, Bangun Puncak II Ini Penjelasan Menhub

Ade Yasin “Ngotot” Dorong Pemerintah Pusat, Bangun Puncak II Ini Penjelasan Menhub

Onlinekoe.com, Bogor — Bupati Bogor Ade Yasin, terus berusaha bahkan “ngotot”, mendorong Pemerintah Pusat. Untuk segera membangun jalur Puncak II yang mangkerak. Dia juga minta pemerintah gelontorkan dana bersumber dari APBN. Karena dana APBD Kabupaten Bogor tak mampu mewujudkan jalan sepanjang 56 KM.

Sejumlah informasi yang dihimpun Sumatera Post, di sepanjang jalur yang akan dibangun Puncak II, tersiar kabar dimiliki para cukong berkantong tebal. Termasuk ploting para pengusaha hebat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengaku tidak mudah mengambil keputusan sepihak terkait usulan Bupati Bogor, untuk melanjutkan pembangunan Puncak II. Menurut Menteri, diperlukan keterlibatan beberapa kementerian, dan kajian tekhnis lapangan, termasuk sejumlah kajian lain dari berbagai aspek, dampak dari pembangunan Puncak II.

“Saya tak berwenang untuk menetapkan satu fungsi rencana pembangunan jalan. Kami akan lakukan pembahasan lebih detil melibatkan Bappenas, Kementerian PUPR, ATR/BPN, Kemen LHK,” kata Budi saat ditemui di Pos Polisi Gadog Senin (30/12/2019)

Menhub menjelaskan, dalam kajian nanti, bagaimana mempertahankan Puncak II nantinya, tidak berkembang secara sporadis merusak alam dan daerah itu aksesibilitasnya berjalan dengan baik. Kemacetan kawasan Puncak, tutur Menhub, harus segera dituntaskan.

Menhub berharap, disaat pemerintah menata kawasan Puncak, sepatutnya masyarakat ikut menjaga. Agar bangunan tidak terus berdiri khususnya di bahu jalan. Bila tidak, sasaran yang diharapkan sulit tercapai.

“Secara integritas kami ingin aksesibilitas lancar, tapi sisi lain harus perhatikan juga pertumbuhannya bangunan. Karena Bogor adalah penyangga Ibukota termasuk daerah lain. Keberadaan Puncak II perlu pengkajian serius, disemua lini,” katanya.

Sebelumnya Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, Puncak II sempat dibangun kemudian mangkrak sejak 2014. Syarifah memprediksi untuk membangunnya kembali, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

“Kita (Pemkab Bogor) tidak sanggup dengan APBD. Pemkab Bogor sudah menyiapkan lahannya. Hanya tinggal pekerjaan fisiknya. Makanya kami dorong terus untuk ini dibangun,” kata Syarifah.

Dikatakan, jika jalan sepanjang 56 kilometer ini terbangun, sekitar 50 persen kendaraan yang melintasi Jalan Raya Puncak akan berpindah ke Puncak II. Terutama pengendara dengan tujuan Cianjur maupun Bandung. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here