Beranda Ragam Aspphami Komit Ciptakan Teknisi dan Supervisor Kompeten

Aspphami Komit Ciptakan Teknisi dan Supervisor Kompeten

Onlinekoe.com, Medan – Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) berkomitmen menciptakan tenaga teknisi dan Supervisor yang berkompeten di industri pest control agar mampu bersaing ketat.

“Soalnya bisnis di industri pest control bukan hal mudah, karena memberi jasa pelayanan kepada semua orang perlu suatu keahlian,” kata Kabid Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan DPP Aspphami, Ida Rosyidah kepada Sumaterapost.co di sela Pelatihan Pengendalian Vektor Penyakit & Hama Pemukiman Tingkat Teknisi dan Supervisor di Medan, Rabu 27/11/2019.

Keahlian yang dimiliki teknisi dan supervisor dalam pengendalian hama harus diakui pemerintah sebagai regulator. Masalah utama dalam pengendalian hama adalah lingkungan terutama air, makanan dan tempat tinggal.Ini harus tetap dijaga dengan baik.

“Pengendalian hama maupun vektor penyakit sangat penting dan medesak.Jika tidak dilakukan, hama semakin berkembang seperti nyamuk malaria, tikus, kecoa dan cacar monyet,’ jelas Ida didampingi Ketua Umum DPP Aspphami Boyke Arie Pahlavi, Bendaharawan Umum DPP Ir Sri Sukamti dan Ketua DPD Sumut, Ir Wesley Sianipar.

Ida menyebutkan, kecoa yang begitu cepat berkembang biak bisa menularkan dipteri atau sakit perut dan nyamuk menyebar penyakit demam berdarah atau DBD.Dalam melakukan pencegahan diperlukan kerjasama yang harmonis antara pemerintah dalam hal ini instansi terkait dengan asosiasi.

Menyinggung tentang bangkai binatang yang dibuang ke sungai termasuk bangkai babi, Ir Sri Sukamti menyatakan, masyarakat tidak boleh membuang ke sungai. Tapi harus dikubur di suatu tempat.

“Bahkan kita harus melakukan penyemprotan untuk mematikan bakteri kemudian baru dikubur. Jika tidak dibunuh bakteri pada bangkai itu dikuatirkan bisa menimbulkan penyakit yang ditularkan lalat yang hinggap di bangkai tadi,” imbuh Sri Sukamti.

Hal senada dikemukakan Kadis Kesehatan Kota Medan, Dr Edwin Effendy,MS melalui Kabid Kesmas, dr. Mandohar, masalah bangkai babi yang dibuang ke sungai sudah selesai. Tapi sudah sempat tercemar ke laut.

“Seharusnya bagaimana kita bisa belajar menjaga lingkungan dengan baik tanpa tercemar dengan benda apapun. Karena itu ke depan tempat beternak babi harus dilokalisir di suatu tempat,” ujarnya pada pelatihan atas kerja sama DPD Aspphami dan Dinas Kesehatan Kota Medan.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here