Beranda Ragam Cegah Korban DBD, Puskesmas Pasir Sakti  Lakukan Sosialisasi

Cegah Korban DBD, Puskesmas Pasir Sakti  Lakukan Sosialisasi

Onlinekoe.com – Berhati hatilah musim penghujan telah tiba teruslah galakkan 3M (Menguras,Menimbun, Menutup) genangan air yang berpotensi nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak dan dapat menyebabkan DBD (Demam Berdarah Dengue).

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur, Selasa (8/1/19), di mana ada 20 orang yang di duga kuat terjangkit DBD di kecamatan yang memang berbatasan dengan bibir pantai tersebut.

Hal itu di ungkapkan Budiono Staff puskesmas setempat yang mengatakan per desember 2018 yang lalu sebanyak 20 warga Desa Pasir Sakti dirawat dipuskesmas lantaran endemik demam berdarah.

” seingat saya sudah 20 pasien yang dirawat di puskesmas, tapi untuk lebih jelasnya coba tanyakan langsung ke Puskesmas mas” ujarnya.

Dikatakan oleh Budiono dalam kurun waktu satu bulan terakhir terdapat peningkatan terhadap warga yang terserang wabah demam berdarah dengue (DBD)

“memang ada peningkatan jumlah pasiennya, walaupun tidak semua warga yang melakukan pemeriksaan maupun pengobatan kami nyatakan DBD, ada standar medis tertentu yang kami terapkan pada pemeriksaan pasien” imbuh dia.

Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan secara terbuka di tempat umum, salah satu dengan memberikan pemahaman tentang bahaya dan gejala yang timbul terhadap orang yang terjangkit DBD. Ada beberapa ciri ciri seseorang yang mengalami gejala DBD Yakni badan panas, mengigil selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu, sering terasa nyeri ulu hati. Timbul bintik merah dan lain lain.

Kepala desa Pasir Sakti Suwarto, meminta warganya yang mengalami gejala yang disebutkan agar segera memeriksakan diri ke puskesmas, dan posko yang telah disediakan.

” kami juga telah membentuk satgas pencegahan DBD yang dibantu oleh tim kesehatan dari Puskesmas dan pihak kecamatan” kata Suwarto

Menurut Kepala Desa Pemerintah Desa dan pamong serta Puskesmas sudah maksimal menjelaskan ke masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan menutup, mengubur dan menguras (3M), namun kesadaran masyarakat memang masih minin, dan pola hidup yang kurang sehat menjadi penyebab utama meningkatnya wabah DBD tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here