Onlinekoe – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) kembali melakukan rutinitasnya Demo Damai di tiga tempat berbeda antara lain, Kejati, DPRD Provinsi Bengkulu dan Polda Bengkulu yang dikomandoi tidak lain ketuanya Herman Lufty, Dedi Mulyadi, Gurandam, Rio Vikral bersama ratusan pendukung dari Ormas perwakilan Kabupaten/ kota Bengkulu se Provinsi Bengkulu kelompok FABB diawali titik berkumpul di Sawah Lebar, lanjut dimulai berorasi ke Kejaksaan Tinggi dan DPRD Provinsi dan Polda Bengkulu, Senin (24/8/2026).
“Saat rombongan baru tiba dihalaman Kejati Bengkulu disambut diduga rombongan kontraktor yang biasa mendapat paket pekerjaan di Pemerintahan Daerah (Pemda) Provinsi dan Pemda Kota Bengkulu menggunakan para preman kiriman penguasa Pemprov dan Pemkot Bengkulu”.
Dihalaman Kejati Bengkulu lokasi tempat menyampaikan orasinya ketua Herman Lufty didekati salah seorang dari kelompok. “Perlawanan Inisial (S) mendekati Herman Lufty memeluk sambil mengeluarkan nada kalau orasi jangan sebut nama Helmi Hasan dan Dedi Wahyudi katanya dengan nada ancaman”.
Herman Lufty tidak terima kata-kata yang disampaikan tersebut merasa bagaikan ancaman sehingga menimbulkan emosi dan nyaris terjadi keributan, massa pendemo mengejar orang suruhan tersebut berlari masuk halaman Kejati Bengkulu diselamatkan pihak kepolisian yang ramai oleh jaksa Kejati dan personil Polresta.
Korlap demo kembali fokus pada inti demo dan berorasi bergantian. Orator mempertanyakan sikap Kajati Bengkulu, tebang pilih dalam pengusutan kasus hukum di Bengkulu.
“Herman Lufty dalam orasinya minta Kajati tetapkan Helmi Hasan tersangka, karena sudah banyak melanggar persoalan hukum”.
Helmi Hasan Walikota dua periode ikut menikmati hasil Pasar Tradisional Modern (PTM) pasar minggu dan Program kasus Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) ketika itu sudah ditetapkan tersangka oleh Kejari Bengkulu, yang anehnya malahan Kepala Kejaksaan Negri (Kejari) Kota Bengkulu yang tercapak dari jabatannya dipindahkan sampai hari ini Helmi masih melenggang aman-aman saja teriaknya.
Sedang berorasi, kembali lagi muncul orang suruhan penguasa masuk ke tengah para pendemo. Dengan emosi orang dekat penguasa tersebut minta pendemo menghentikan demo dan bubar katanya. Serangan mendadak ini membuat massa pendemo emosi karena mereka sudah ada izin resmi dari Polresta dan mereka juga sebagai kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.
“Korlap pendemo meminta aparat bertindak tegas, tangkap para perusuh tindak tegas suruhan oknum penguasa ini “. Sehingga Aparat kepolisian kembali menggiring penyerang ke halaman Kejati dan menutup pintu pagar Kejati, setelah berorasi cukup lama dan Kejati tidak muncul akhirnya sesuai jadwal rombongan massa pendemo menuju DPRD Provinsi Bengkulu dengan tertib.
Tiba di DPRD Provinsi Bengkulu ratusan personil kepolisian sudah bersiaga dengan mobil baracuda. Para pendemo kembali berorasi dengan lantang, mempertanyakan sikap wakil rakyat yang bungkam menghadapi kepala daerah yang bermasalah hukum melenggang bebas. Pendemo minta anggota dewan bersikap untuk memakzulkan Helmi Hasan, dalam gedung milik Rakyat sedang Paripurna wakil rakyat.
Ditengah orasi para pendemo tiba-tiba sekelompok orang dekat penguasa kembali melakukan serangan dari arah masjid Baitul Izzah. Demo nyaris ricuh untung personil keamanan bertindak cepat dan menghalau kelompok penyerang ke halaman masjid dan personil polisi menghadang dengan pagar betis.
Pihak Pendemo Saling Tuduh Menarima Bayaran
Pihak pendemo FABB menuduh kelompok perusuh suruhan penguasa atau kelompok penjilat, seperti inisial SMN cs, RT paket dari Pemkot, DO, CC paket dari Pemprov dapat paket sering dijual ke kontraktor lain, karena mereka ini mendapatkan paket-paket proyek dari Pemda Provinsi dan Pemda Kota makanya bela penguasa, kami FABB murni melihat terlalu subur korupsi di Bengkulu, ibarat penyakit sudah sangat kronis, ibarat Lubuk kecil Buaya Semua oleh sebab itu kami bangunkan para penegak hukum yang ada dibengkulu ini, jangan tebang pilih semua sama dimata hukum juga anggota DPRD biar melakukan Fungsi pengawasannya, meminta Gubernur Bengkulu Helmi Hasan segera di Makzulkan tegas Herman.
Sementara itu dari kelompok suruhan penguasa (tanpa nama kelompok) ditemui Media ini tidak mau disebut namanya dilokasi yang sama mengatakan, mereka ini jelas suruhan orang sakit hati katanya, Herman Lufty kenyang dapat bayaran, sementara orang-orangnya paling bayar 50 – 100 ribu/ orang. Kami secara pribadi murni secara inisiatif sendiri, boleh berorasi tapi jangan sebut namanya, sebab nama-nama yang disebut meraka itu kepala Daerah kami ujarnya.
(jlg)







