Beranda Kepulauan Riau Batam Dua WNA Singapura Meninggal di Apartemen Pollux Habibie Batam dalam Sepekan, Keamanan...

Dua WNA Singapura Meninggal di Apartemen Pollux Habibie Batam dalam Sepekan, Keamanan dan Sistem Ventilasi Jadi Sorotan

Lobi Tower 2 Bluhen Apartemen Pollux Habibie Batam saat proses penanganan kasus meninggalnya seorang WNA Singapura yang ditemukan di salah satu unit pada Senin (8/6/2026) malam. Foto - Onlinekoe.com (Anwar)

BATAM, Onlinekoe.com – Kasus kematian dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dalam rentang waktu berdekatan di Apartemen Pollux Habibie Batam memicu perhatian publik. Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (8/6/2026) malam hingga Selasa (9/6/2026) dini hari, ketika seorang perempuan WNA Singapura ditemukan meninggal dunia di salah satu unit Tower 2 Bluhen, sementara pengelola apartemen juga menjadi sorotan akibat pembatasan akses peliputan terhadap awak media.

Kematian perempuan berinisial L, kelahiran 1967, menambah daftar kasus kematian WNA Singapura di kawasan Apartemen Pollux Habibie atau Meisterstadt Pollux Batam. Sebelumnya, seorang WNA lansia asal Singapura juga ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama pada Kamis (4/6/2026).

Dua kejadian yang terjadi dalam waktu kurang dari satu pekan itu memunculkan pertanyaan publik mengenai kondisi lingkungan hunian, termasuk aspek keselamatan bangunan, kualitas ventilasi udara, serta transparansi informasi dari pihak pengelola apartemen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah perempuan berinisial L ditemukan di salah satu unit lantai 38 Tower 2 Bluhen pada Senin malam. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas keamanan dan aparat kepolisian yang melakukan proses evakuasi serta pengamanan lokasi.

Suasana di sekitar apartemen sempat memanas ketika sejumlah jurnalis dari berbagai media di Batam berupaya melakukan peliputan. Beberapa wartawan mengaku mengalami pembatasan akses oleh petugas keamanan apartemen saat hendak memperoleh informasi dan dokumentasi terkait proses evakuasi korban.

Ketegangan bahkan sempat terjadi di area luar gedung Tower Bluhen. Adu argumentasi hingga aksi saling dorong dilaporkan terjadi antara awak media dan petugas keamanan yang bertugas di kawasan apartemen tersebut.

Petugas keamanan beralasan pembatasan dilakukan demi menjaga privasi penghuni apartemen. Namun, alasan tersebut memicu keberatan dari sejumlah wartawan yang menilai tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi publik tidak seharusnya dihalangi selama tetap mematuhi aturan dan batasan area yang ditetapkan aparat.

“Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang akurat. Pembatasan yang terlalu ketat justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar salah seorang wartawan yang berada di lokasi.

Menjelang tengah malam, jenazah korban akhirnya dievakuasi melalui jalur pintu darurat apartemen sebelum dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga Selasa pagi, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Batam karena merupakan kasus kematian kedua yang melibatkan WNA Singapura di kawasan Apartemen Pollux Habibie dalam kurun waktu yang sangat berdekatan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi yang kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Di sisi lain, sejumlah pihak mulai mempertanyakan aspek keamanan dan keselamatan bangunan apartemen, termasuk sistem ventilasi udara dan pengelolaan lingkungan hunian yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya hubungan antara sistem bangunan dengan dua kasus kematian tersebut.

Sementara itu, pihak pengelola Apartemen Meisterstadt Pollux Habibie, PT Pollux Barelang Megasuperblok maupun PT Pollux Properti Indonesia Tbk, belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan dua jenazah WNA Singapura maupun insiden pembatasan akses terhadap awak media saat proses evakuasi berlangsung.

Penyelidikan masih terus dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan tidak ada unsur lain di balik dua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut. (***)

 

Editor: Anwar 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini