Haspiana Hanafiah: Ormas Perempuan Siap Berkorban Demi Kemakmuran Aceh

Haspiana Hanafiah: Ormas Perempuan Siap Berkorban Demi Kemakmuran Aceh

Onlinekoe.com, Banda Aceh – Haspiana Hanafiah SE. Pengurus pimpinan DPA-PA dan Wakil Sekretaris Putroe Aceh pusat mendukung penuh wacana Referendum di Aceh yang pernah disampaikan Ketua Umum KPA/PA Muzakir Manaf (Mualem). Mantan caleg DPRA dari Partai Aceh (PA) dapil 6 Aceh Timur ini juga salah satu kader PA. Ia menyebutkan hal tersebut melalui pers rilisnya kepada media ini. Rabu (29/5).

“Menurut saya apa yang disampaikan Mualem bukanlah untuk kepentingan pribadi, tapi hal ini sudah lama di inginkan rakyat Aceh, karena selama ini tidak ada yang menyuarakan dan tidak ada yang bergerak. Bila dilakukan referendum kita sudah jelas tahu siapa yang ingin Aceh Merdeka dan siapa yang ingin Aceh dalam bingkai NKRI. Aceh sudah sangat layak jadi sebuah negara dan saya yakin PPB akan mendukungnya, kata Haspiana.

Ditambahkan. Tokoh-tokoh Aceh baik diluar maupun yang ada di Aceh sangat mampu membina dan mengatur sebuah negara.”Aceh punya sejarah yang mampu memakmurkan rakyatnya.

Saya juga melihat elemen perempuan di seluruh Aceh sangat bersemangat begitu mendengar Mualem menyebut langkah Referendum. Perempuan masa konflik Aceh, aktifis perempuan dan ormas-ormas perempuan akan lebih siap dibarisan depan untuk menggerakan Aceh yang lebih baik. Kami perempuan sanggup melakukan apa saja dan sanggup mengorbankan apa saja untuk terlaksana referendum di Aceh, sebutnya.

Kita jangan melihat siapa yang pertama sebut Referendum ini, kita harus pikirkan, apakah Aceh butuh referendum atau tidak.? Mungkin ada sebagian elit-elit politik Aceh atau Indonesia yang tidak suka, malah membenci Mualem atau KPA-PA, tapi kita semua menginginkan Aceh yang lebih baik, aman, makmur dan sejahtera. Seharusnya kita bersikap, saling mengajak, merangkul, seiring bahu untuk masa depan Aceh.

Sudah saat nya kita yang berdarah Aceh untuk bersatu. Satukan pendapat, satukan suara, agar Referendum terlaksana untuk Aceh. Kemudian baru kita melihat hasilnya. Apakah Aceh akan Merdeka atau bersatu dalam bingkai NKRI. Kami perempuan Partai Aceh juga berharap, Indonesia bisa bersikap lebih bijak untuk gerak Referendum Aceh,
karena itu semua sudah jelas tidak melanggar UUD dan MoU Helsinky.
Jangan mengedepankan TNI-Polri. Karena sudah cukup korban nyawa kedua belah pihak, jalani dengan damai dan semua peraturan akan kita jalani bersama dengan cara-cara damai dan musyawarah.” ujar Haspiana. (Azhar)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan