Beranda Lampung Ini Isi Khotbah Drs. H. Qomaru Zaman Yang Menggetarkan Hati

Ini Isi Khotbah Drs. H. Qomaru Zaman Yang Menggetarkan Hati

Onlinekoe.com, Metro – Drs. H. Qomaru Zaman, yang merupakan Bakal Calon Wakil Walikota Metro, memberikan Khotbah pada Sholat Iedul Adha di Masjid Al Hidayah, Imopuro, 15 B Timur. Dalam khotbahnya, Drs. Qomaru Zaman mengajak jamaah untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, Jumat, (31/7/2020).

Dari pantauan, isi khotbah Pak Qomaru, tampak menggetarkan hati jamaah sholat ied. Terlihat jamaah antusias menyimak isi khotbah oleh Pak Qomaru. Pesan yang disampaikanpun mengenai persiapan menuju mahkamah Allah SWT usai meninggal dunia.

“Subhanallahh, apabila kita diangkat memang sudah siap menghadapi mahkamah Allah SWT. Apakah kita sudah siap menjalani seluruh prosesnya, apakah kita sudah siap menghadapi seluruh proses perjalanan kehidupan ini, yang pada akhirnya harus kita jalani. Apakah kita memang sudah siap menghadapi mahkamah Allah, apakah sudah siap menghadapi seluruh proses yang pada akhirnya harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” katanya.

Dia juga mengajak jamaah sholat Idul Adha untuk terus perbanyak amal soleh, berbuat baik dan selalu istiqomah.

“Oleh karena itu, khotib berpesan, agar selalu bersyukur diberi umur panjang dan segera bertaubat. Jangan-jangan di tahun 2021, kita tidak sanggup lagi datang ke masjid, entah itu karena sakit atau karena meninggal dunia. Kita harus resapi, bila diresapi perjalanan hidup kita ini memang betul-betul sangat singkat. Bayangkan, kalau dulu baru taman SMP, kemudian taman SMA, kemudian taman perguruan tinggi. Mungkin yang sekarang 65 tahun itu sudah bonus, dan lebih sangat bonus. Apakah bonus-bonus ini dimanfaatkan sangat baik atau tidak. Jika dimanfaatkan dengan baik InsyAllah, kita siap menghadapi mahkamah Allah. Allah mempersilahkan masuk kepada surganya, jika kita siap menghadapi mahkamah Allah SWT,” imbuhnya.

Pak Qomaru melanjutkan bahwa, jamaah, apakah kita nantinya akan berat timbangan amalnya atau berat dosanya, itu tergantung mayatnya. Syukur-syukur, menurutnya berat karena amalnya. “Tidak bisa dibayangkan 4 orang menandu jenazah, yang menandu jenazah akan berkata, ya Allah mudah-mudahan yang saya tandu mayat yang berat ini amalnya bukan urusannya. Kesempatan Idul Adha ini menyadarkan kita untuk selalu berqurban. Ini kesempatan, ini kesempatan yang sangat mulya,” tuntasnya.(burcik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here