Onlinekoe.com | Agam – Panen padi kembali berlangsung di lahan Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato, Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Senin (24/8) lalu.
Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Kabupaten Agam Heri Prasetyo Wibowo, SP, kepada wartawan, pada Rabu (26/7/2026).

Sebelum bencana melanda, kata Heri, pemerintah telah memberikan dukungan berupa pompa air, mesin pemotong rumput, dan power thresher untuk mendukung aktivitas pertanian kelompok tani.
“Pasca bencana, dukungan kembali diberikan melalui pupuk, rehabilitasi lahan sawah seluas 13 hektar, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) sebanyak 1 paket, benih padi varietas Bujang Marantau, serta 1 unit hand tractor untuk konstruksi rehabilitasi lahan sawah,” kata Hari.

Ia menjelaskan Dari total 39 hektar lahan sawah di Salareh Aia Barat yang akan dipanen, seluas 13 hektar memasuki panen tahap pertama pascabencana yaitu berada di Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan.
“Lahan tersebut dikelola oleh satu kelompok tani yang beranggotakan 16 orang,” jelas Kadis Pertanian Agam itu.
Hari menambahkan Dari hasil ubinan yang dilakukan tercatat 3 kg pada ubinan pertama dan 3,25 kg pada ubinan kedua. Jika di konversi ke dalam produktifitas perhektar, maka pencapaian produktifitas pasca bencana dilahan kelompok tani ini sebanyak 5,28 ton/ha.
“Ini menujukkan produksi yang positif, di tambah lagi jika benih yang digunakan petani nantinya benih bersertifikat tentunya akan menambah pendapatan dari petani,” imbuhnya.
Hari sebut Panen ini menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus menunjukkan bahwa lahan pasca bencana kembali produktif dan petani terus bangkit.
“Lahan dipulihkan, petani dikuatkan, hasil kembali dituai,” tutur Heri Prasetyo Wibowo, menutup.
(Warman/Adv).







