Onlinekoe.com, Langkat – Akibat kebocoran pipa kompor gas, satu rumah semipermanen di Dusun VIII, Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, musnah terbakar, Rabu (26/06/2019) pagi.
Dalam peristiwa itu, pria pemilik rumah atas nama Prayetno alias Gondo (56), mengalami luka bakar pada bagian kaki. Sementara sang Istri, Sargiwati (50), selamat tanpa terluka.
Keterangan dihimpun wartawan, sebelum kebakaran terjadi, Prayetno diketahui tengah berada di dalam kamar mandi rumahnya. Sedangkan sang istri sibuk beraktifitas di dapur dan berniat memasak air untuk menyeduh kopi.
Namun sesaat setelah sang istri menyalakan api pada kompor gasnya, tiba-tiba selang baja yang menghubungkan tabung gas dan kompor terlepas.
Kejadian itu pun membuat api dari kompor gas menyambar meja dan dinding dapur. Seketika itu, api menjalar ke sisi bangunan yang lain, dan membakar rumah tersebut.
Menyadari rumahnya terbakar, spontan saja kedua korban panik. Seketika itu mereka berteriak meminta pertolongan para tetangga, sembari nerupaya menyelamatkan sejumlah barang berharga di dalam rumah.
“Untungnya yang punya rumah selamat, karena pasa saat itu mereka cepat berlari ke luar,” terang Sarifuddin (62), salah seorang tetangga korban.
Namun meski selamat, pasangan suami-istri itu tetap tidak mampu menyelamatkan sebagian besar barang berharga di dalam rumahnya, karena volume kobaran api sudah terlanjur membesar.
Alhasil api berkobar semakin besar, hingga menghanguskan dan meluluhlantahkan bangunan rumah korban, hingga rata dengan tanah dan menyisakan sedikit puing
“Kami sebenarnya sudah coba bantu padamkan api dan keluarkan barang-barang dari situ. Tapi luar biasa sulit, karena suhu terlalu panas,” ujar Arsyad (50), tetangga korban yang lain.
Kapolsek Gebang, AKP Henry Tobing, mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan oleh tempat kejadian perkara, sembari mengumpukan barang bukti maupun keterangan korban dan para saksi mata.
“Dugaan sementara kita, musibah kebakaran itu terjadi akibat faktor human error, akibat kesalahan atau kelalaian si penghuni rumah dalam menggunakan kompor gas,” ungkapnya.
Mengenai kondisi terakhir korban, Henry menyebut, Prayetno dalam kondisi baik, namun masih menjalani pengobatan alternatif. Sedangkan sang istri, ntuk sementara masih diungsikan ke rumah kerabat mereka.
“Saat ini, situasi di TKP sudah dapat kita tangani sepenuhnya. Sebaliknya kedua korban pun sudah diungsikan,” seru Henry, yang memperkirakan kerugian material akibat musibah itu mencapai Rp 70 juta lebih. (andi/tiara)







