Beranda Ragam Merasa Sudah Tidak Layak, KPM PKH Di Lamsel Ramai-Ramai Graduasi Mandiri

Merasa Sudah Tidak Layak, KPM PKH Di Lamsel Ramai-Ramai Graduasi Mandiri

Onlinekoe.com – Graduation mandiri atau mengundurkan diri secara sukarela dari kepesertaan PKH secara sadar bahwa dirinya merasa ‘SUDAH TIDAK LAYAK MENDAPATKAN BANTUAN dari PKH’, ini terjadi karena KPM mengalami peningkatan ekonomi, dan kesadaran dirinya sendiri karena keluarganya sudah sejahtera.

Pengunduran diri secara berjamaah terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Diketahui sebayak 9 orang peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang terdiri dari ibu-ibu ini, menyatakan dengan sukarela mengundurkan diri dari keanggotaan karena merasa sudah tidak pantas lagi.

“PKH ini punya orang miskin Alhamdulillah roda berputar, dulu kita susah sekarang kami diberikan kemudahan rezeki, ekonomi kami sudah membaik, semoga yang lain yang masih susah bisa ikut merasakan PKH, kami banyak terimakasih dengan PKH sudah dibantu, kepada pendamping Mbak Tati kami ucapkan terimakasih” ungkap salah seorang peserta yang Graduation Mandiri, Rabu, (27/02/19).

Pengunduran diri secara sukarela tersebut mendapatkan apresiasi dari Dinas Sosial (Dinsos Lamsel).

“Saya suka yang begini, semoga ini bisa menjadi motivasi bagi KPM PKH yang lain yang dirinya merasa mampu. Ayo lakukan graduasi mandiri agar PKH betul-betul termanfaatkan oleh yang betul-betul membutuhkan” ungkapnya.

“Dan ini merupakan prestasi baik bagi KPM ataupun pendamping, dengan memilih graduasi mandiri berarti tujuan program PKH telah berhasil, yaitu mensejahterakan keluarga dan mengubah mindset (pola pikir_red) para peserta PKH” tambahnya.

Salasi, selaku koordinator PKH kabupaten Lampung Selatan pun turut mengapresiasi pendamping Desa Sukatani yakni mbak Tari dan mas Agus yang menjadi pendamping di Desa Merbau Mataram yang hari ini juga mengraduasi 2 peserta KPM PKH.

“Saya berharap para pendamping yang lain juga secepatnya berkordinasi dengan aparatur desa dampingannya masing-masing, agar mendiskusikan KPM PKH nya, seperti siapa-siapa saja yang ekonominya sudah membaik atau mampu ntuk bersedia mengundurkan diri” ungkapnya.

“Jangan sampai ada lagi KPM PKH yang ternyata mampu tetapi masih mengaku-ngaku miskin. Ingat QS. Ibrahim Ayat 7-8, yang artinya barang siapa yang bersyukur atas nikmatKu akan aku tambah, tapi barangsiapa yang ingkar atas nikmatKu maka adzabKu amat pedih” bebernya.

“Jadi hati-hati kalau masih ada yang suka berbohong terkait data, peserta KPM PKH bisa kena UU Kependudukan juga” tutupnya. (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here