Beranda Bengkulu Pencitraan Jalan Provinsi Bengkulu 100% Mulus, Faktanya Nampak Masih Jauh Dari Kenyataan

Pencitraan Jalan Provinsi Bengkulu 100% Mulus, Faktanya Nampak Masih Jauh Dari Kenyataan

Bengkulu, Onlinekoe – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan nampak sering melakukan pencitraan, bahkan diduga pembohongan publik hingga promosi bagaikan hasil kerjanya baik-baik semua puji diri.

Salah satu ucapannya dikutip dari media elektronik lokal Bengkulu, tertulis Jalan Provinsi Bengkulu 100% mulus, faktanya terasa jauh dari kenyataan.

Masih banyak jalan Provinsi Bengkulu mengalami kerusakan mulai dari simpang tugu polwan kerkap – Tanjung Agung Palik sampai Argamakmur banyak lobang menganga, sampai ada papan merek hati-hati jalan rusak oleh Dinas PU supaya pengendara tidak mengalami kecelakaan.

Dari Bengkulu Utara menuju Kabupaten Lebong, kerusakan terparah lagi ada tersebar di beberapa titik yakni tepatnya jalan lintas Air Pauh Kelurahan Tes Kecamatan Lebong selatan, apa lagi pada saat musim penghujan, jalan tertutup oleh genangan air, bagaikan jalan mulus sehingga menimbulkan celaka pengendara yang melintas jalan tersebut.

Andi Ogan warga Tes memohon kondisi jalan ini sangat memprihatinkan, ia mengatakn mohon diperbaiki material aspal banyak terkelupas habis, menyisakan lubang menganga.

“Diduga sudah banyak memakan korban jatuh, sudah lebih dua tahun kondisi jalan seperti ini tak kunjung diperbaiki, mana janjimu Helmi ketika kamu mencalonkan,” tegasnya.

Sementara anggaran sangat fantastis paling besar sejak sejarah Provinsi Bengkulu berdiri. Anggaran untuk perbaikan jalan provinsi Rp 500 milya, hal ini disampaikan Helmi Hasan (30/04/2025).

Bulan September 2025 kembali ditegaskan ketika kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi anggaran untuk jalan Provinsi mencapai Rp 600 milyar.

Menjadi pertanyaan anggaran sebesar itu larinya kemana dan jalan mana yang dikerjakan, sementara hasil pekerjaan jalan beberapa kontraktor sampai hari ini sebagian belum dibayar alias utang pemerintah provinsi Bengkulu.

“Ratusan milyar belum dibayar sampai kami tidak bisa memberikan THR kepada mitra kerja,” keluh salah seorang kontraktor ketika ditemui dikantornya.

Sama halnya dengan THR yang dijanjikan kepada PPPK Rp 500 ribu, kenyataannya hanya Rp 250 ribu yang masuk ke rekening masing-masing dimikian dikeluhkan salah seorang pegawai PPPK kepada media ini.

(jlg/hln).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini