Onlinekoe.com, Medan – Prospek bisnis jual beli buku bekas tak selama cerah. Ada pasang surutnya. Kondisi ini tergantung dari daya beli masyarakat di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.Namun, tetap bertahan bagaikan baja Titi Gantung.
“Beberapa tahun lalu penjual buku bekas pernah boming hingga jutaan rupiah per hari. Namun sekarang penjualannya anjlok sekali,” tutur Anies (62), penjual buku bekas di pinggir Titi Gantung Medan, kepada Sumaterapost.co,Minggu 17/11/2019.
Berbagai judul buku pelajaran tingkat SD hingga sekolah lanjutan atas termasuk buku ilmu pengetahuan lainnya tersedia di kios Anies. Begitu pula di kios penjual buku bekas lainnya dipinggir Titi Gantung maupun di pelataran Lapangan Merdeka Medan.
” Hubungan bisnis kami begitu erat. Jika di kios saya misalnya tidak tersedia buku yang dibutuhkan pembeli, saya bisa meminjam buku tersebut di kios lain. Yang penting pembeli bisa terlayani dengan baik,” kata Anies di sela-sela melayani pembeli.
Lelaki kelahiran Aceh Utara ini mengaku sejak tahun 2005 silam sudah bergelut dalam bisnis jual beli buku bekas. Dari hasil jerih payahnya, ia mampu menghidupi keluarganya di perantauan yang sarat dari hiruk-pikuk kota.
Ayah dua orang anak ini mengaku omzet penjualan buku bekas beberapa tahun lalu masih lumayan per hari. Sekarang menurun drastis. Apa boleh buat memang keadaannya demikian. “Tapi jalankan sajalah,” katanya.
Anies boleh dibilang sosok paling sabar dan tabah di dunia bisnis buku bekas.Laris atau tidak, ia tetap bertahan. Bagaikan besi baja Titi Gantung peninggalan Belanda tempo doeloe. Berapa pun rezeki diperoleh hari-hari ia tetap bersyukur kepada Tuhan.
Maka tak heran, meski di tengah suka-duka nya, Anies terus berjuang di bisnis yang satu ini.Karena ia menyadari lapangan pekerjaan lain pun sekarang tak berpihak kepada para pencari kerja. Lapangan kerja lagi sempit.
Anies yang pernah merantau belasan tahun di Jakarta dan menekuni pekerjaan lepas, ternyata tak tergoyahkan lagi meniti kehidupan di kota Medan. Itu karena sudah mengecap pengalaman tinggal di kota besar lainnya.
Buku yang ditamsilkan sebagai “jendela dunia” telah mengantarkan Anies maupun teman se profesinya menjadi pedagang tangguh dalam segala ujian kehidupan. Bukankah mereka telah melayani para orangtua murid, pelajar, siswa maupun mahasiswa yang tak sanggup membeli buku baru ?
Berkah penghasilan dari menjual buku bekas, lelaki berpostur tinggi ini terbilang sukses menyekolahkan kedua anaknya. Bahkan putranya, Willy menjadi polisi di Jakarta. Sedangkan putrinya, Indah masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Medan sambil mengurus rumahtangga.
“Sekarang kedua putra-putri kami sudah mampu berdikari. Tinggal kami berdua di rumah menikmati penghasilan seadanya serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT,” ujar Anies.(tiara)







