Pesona Pandhawa Woodwind Quintet Tampilkan Repertoar di Konser Echoes of Life

Semarang – Pandhawa Woodwind Quintet tampil ciamik dalam konser “Echoes of Life” di Maxi Brain Acadeny Hall, Jalan Rinjani 18 Semarang, Kamis (16/04/2024).

Konser “Echoes of Life” seri ketiga persembahan Maxi Brain Academy kolaborasi Ajendam IV Diponegoro ini dibuka Oei Hong Djien nampak hadir juga Kaajendam IV/Diponegoro Kolonel Caj Yudi Wahyudi, S.E., M.M. dan penyuka musik klasik dari berbagai kota antara lain Magelang, Kendal, Salatiga, Demak dan Semarang.

Pada kesempatan itu Oei Hong Djien mengapresiasi Maxi Brain Academy yang secara rutin menggelar konser music klasik.

“Pada malam ini mari kita nikamti bersama sajian Pandhawa Woodwind Quintet. Sajian musik klasik anak-anak muda berbakat dari Yogyakarta,” ujar OHD panggilan karib Oei Hong Djien singkat.

Sebelumnya, Owner Maxi Brain Academy Pauline Wonodadi menyampaikan ini merupakan konser “Echoes of Life” seri ketiga.

“Dua seri konser lalu kami menyuguhkan musik gesek Jogja Cello Kwartet dan D’ Java String Kwartet. Kali ini giliran kami menghadirkan Pandhawa Woodwind Quintet. Kelompok musik tiup sangat langka bahkan di dunia,” ujar Pauline.

Maxi Brain Academy, lanjut Pauline, tahun 2024 ini punya program seri konser “Echoes of Life” berupa 10 kali pagelaran konser mulai dari Maret hingga Desember.

“Pada setiap bulan konser kami isi dengan repertoar musik klasik sepert musik gesek, tiup, vocal, piano dan lainnya. Program ini salah satu bertujuan mengedukasi dan meningkatkan apresiasi masyarakat pada musik klasik,” jelas Pauline.

Pandhawa Woodwind Quintet asal iniYogyakarta ini memang masih tergolong baru terbentuk pada tanggal 1 April 2022.

Pandhawa Woodwind Quintet yang anggota para mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini kiprahnya cukup membanggakan. Terkini tahun 2024 mereka tampil di Singapura Chamber Music Festival 2024.

Pandhawa Woodwind Quintet dengan formasi Bintang Arya Kusuma (Flute), Fathyo Kayana Farrel Purnama (French Horn), Danrathz Lukas Petrus Lumantow (Clarinet), Daniel Estario Primata (Bassoon)dan Valentino Gerry Febrian Banggul (Oboe).

Konser sesi pertama di buka dengan repertoar Aragoinaise from Carmen Suite (George Bizet) yang dimainkan dengan rancak.

Disusul persembahan repertoar kedua Windd Quintet Op.79 (August Klughardt (2 movement) yang memesona.

Sebelum konser sesi kedua dimulai Kaajendam IV/Diponegoro Kolonel Caj Yudi Wahyudi, S.E., M.M menyampaikan sangat mengapresiasi gelaran seri konser “Echoes of Life” yang dihelat Maxi Brain Academy.

Maxi Brain Academy dengan konsiten menggelar konser berupaya mengedukasi dan meningkatkan apresiasi terhadap music klasik.

“Musik selain sebagai hiburan juga bisa untuk menumbuhkan keberagaman. Lewat music kita bisa bersatu, saling menghargai dan toleransi satu sama lain,” ujar Kolonel Caj Yudi Wahyudi.

Pada sesi kedua Pandhawa hadir membawakan repertoar Wind Quintet in G Minor karya Paul Taffanel (Full Movement) dan ditutup dengan repertoar Tico-Tico no Fuba (Zequinha je Arbeu).

Persembahan Pandhawa Woodwind Quintet dengan empat nomor repertoarnya yang rancak dan memesona terasa oase bagi publik musik klasik. Usai pentas anak-anak muda berbakat itu dengan telaten meladeni penonton foto bersama sebelum kembali ke markasnya di Kota Gudeg.

Pada kesempatan itu juga pelukis Yoyok Barokalloh yang menyeket jalannya konser menyerahkan hasil karya sketnya ke anggota Pandhawa Woodwind Quintet dan Oei Hong Djien.(Heru Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here