Beranda Ragam Rumah Dinas Bupati Tubaba Dikepung Puluhan Tenaga Honorer K2

Rumah Dinas Bupati Tubaba Dikepung Puluhan Tenaga Honorer K2

Onlinekoe.com, PANARAGAN- honor serta PPL dari dinas pertanian se-Kabupaten Tulangbawang Barat(Tubaba) secara ramai-ramai mendatangi Rumah dinas bupati yang berada di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecaman Tulangbawang Tengah, juma’at(21/2).pada pukul 16:00 WIB.

Tujuan ratusan tenaga honor dan PPL dari dinas pertanian se-tubabar itu ingin bertemu langsung dengan bupati guna memprotes tidak adanya perekrutan Pegawai pemerintaha dengan perjanjian kerja(PPPK), seperti yang dilakukan oleh 13 kabupaten/kota se-lampung.

Kedatangan ratusan honore dan PPL dari dinas pertanian se-tubabar sudah kali kedua melakukan aksi ingin bertemu langsung dengan bupati di pemda tubaba, namun niat merka tertunda bahkan para pejabat setempat terkesan (cuek) begitu saja atas kedatangan mereka pada kamis (21/2) kemarin.

“Kami ngerasa di bohongin oleh pihak BKD (Badan Kepegawain Daerah Tubabar), karena kemarim kami datang kekantor BKD salah satu pegawai mengatakan tidak ada anggaran untuk PPPK. Sementara kami cek di Menpan-RB itu anggaran dari pusat, yang sudah di turunkan langsung ke daerah, melalui DAU,” ungkap Fitri salah satu pengajar di SD Kecamatan Gunung Terang kepada awak media, di gerbang masuk rumdis bupati.

Sudah puluhan tahu mengapdi kata Fitri untuk mendidik anak-anak kabupaten Tubaba namun tidak ada perhatian sama sekali oleh bupati, kini mereka merasa sangat kecewa bahkan tidak ada keadilan buat mereka.

“Yang jadi masalahnya hanya kabupaten kita yang tidak ada p3k, dikemanakan anggaran itu, apa untuk guru-guru penggerak itu,” cetus Fitri dengan tegas.

Sama halnya yang menjadi tuntutan Ro’i, salah satu tenaga honorer K2 dari penyuluhan dinas pertanian berharap, agar pemerintahan bisa memikirkan nasib mereka.

“Saya mewakili kawan-kawan K2, supaya P3K ini bisa teralisasi. Meskipun terlambat, kami mohon supaya tidak dilakukan tes (tampa syarat,red). Kalau memang pemerintah memberikan kebijakan kepada kami,” pinta Ro’i kordinator kontrak penyuluhan pertanian Tubabar.

Nita, pengajar dari SMP Negeri Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang yang berada di wilayah utara kabupaten merasa kecewa, karena orang yang igin di jumpai mereka tidak ada ditempat.

“Dari kemarin kami mau menghadap bapak bupati, tapi beliau tidak ada katanya lagi dinas luar (DL). Besok hari senin kami akan beramai-ramai datang lagi sampai bisa bertemu dengan beliau dan kami akan menanyakan nasib kami,” beber Nita dengan geram

Alhasil aksi para honore dan PPL dari dinas pertanian se-Kabupaten yang sebelum nya sudah mendatangi kantor pemda kini mereka kembali menelan rasa kekecewaan yang sangat mendalam betapa tidak orang yang mereka anggap dapat menyelamatkan nasip mereka kini tidak ada di tempat, sudah dua kali ini ratusan honore dan PPL dari dinas pertanian se-Kabupaten merasakan kekecewaan.(andi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini