Beranda Ragam Stroke Masih Penyebab Cacat dan Kematian Utama

Stroke Masih Penyebab Cacat dan Kematian Utama

Onlinekoe.com, Medan – Stroke masih merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang utama di Indonesia.Stroke sendiri me rupakan penyakit akibat gangguan aliran darah ke otak.

Stroke bisa disebabkan sumbatan di pembuluh darah otak disebut juga stroke iskemik ataupun pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik).

Demikian antara lain terungkap dalam “Symposium dan Workshop for General Practitioners” yang digelar di Aula Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU), Medan, Sabtu 26/10/2019.

Kegiatan dalam rangka Hari Stroke Sedunia (Wold Stroke Day) yang jatuh pada 29 Oktober 2019 ini diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf (PERDOSSI) Cabang Medan bekerjasama dengan Departemen Neurologi FK USU.Temanya World Stroke Day 2019 Otak Sehat, Sumber Daya Manusia Unggul.Sebelumnya diadakan serangkaian penyuluhan kepada masyarakat serta sim posium dan workshop bagi dokter umum.

Seperti dalam siaran pers panitia yang diterima media ini kemarin merincikan adapun kegiatan pada Jumat, 11 Oktober 2019 penyuluhan kepada masyarakat tentang stroke di Puskesmas Selayang.Tampil sebagai pembicara dr. Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S2.

Pada 14 Oktober penyuluhan kepada masyarakat tentang stroke, di Puskesmas Tuntungan dengan pembicara, dr. Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S3. Pada 15 Oktober penyuluhan kepada masyarakat dengan tema “Ayo Cegah Stroke” di Televisi Republik Indonesia (TVRI) Medan, pembicaranya Dekan FK USU, DR. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K).

Sedangkan penyuluhan kepada masyarakat dengan tema “Stroke Dapat Terjadi Pada Usia Muda” di Radio Republik Indonesia (RRI) Medan oleh DR. dr. Puji Pinta Sinurat, Sp.S(K).

Selanjutnya18 Oktober penyuluhan kepada masyarakat tentang stroke di Puskesmas Padang Bulan dengan pembicaranya, dr. Neni Nurchalida, M.Ked(Neu), Sp.S6. Pada 19 Oktober bekerjasama dengan Yayasan Alzheimer Indonesia mengadakan caregiver’s meeting dengan tema “Manajemen Faktor RisikoStroke Pada Penderita Demensia” di Ruang Pertemuan Neurologi Lantai 2 Rumah Sakit USU oleh dr. Fasihah Irfani Fitri, M.Ked(Neu), Sp.S7.

Pada 25 Oktober penyuluhan kepada masyarakat dengan tema “Stroke?, SE-GE-RA ke Rumah Sakit” di Salam TV, Medan oleh dr. Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S.

Bukan hanya itu, sehari sebelum panitia juga mengadakan Kompetisi Media Sosial dari pada 1 hingga 24 Oktober 2019 dengan tema “Upaya Promotif,Preventif dan Rehabilitatif Stroke”. Pemenangnya diumumkan di puncak peringatan hari stroke sedunia di Medan.

Dalam kesempatan tersebut digelar Simposium dan Workshop untuk dokter umum dengan tema “When It Comes to Stroke, Don’t be the One” di Aula Lantai 3 FK USU dihadiri sekitar 150 dokter umum dari seluruh kota Medan dan dari luar kota Medan.

Kegiatan gratis yang menarik perhatian peserta ini menghadirkan 4 pembicara yaitu Dekan FK USU, DR. dr.Aldy S Rambe, Sp.S(K), Ketua PERDOSSI Cabang Medan, dr. Iskandar Nasution, Sp.S(K), dr. Fasihah Irfani Fitri, MKed(Neu), Sp.S dan Ketua Panitia acara dr. Chairil Amin Batubara, MKed (Neu), Sp.S.

Para pembicara membahas antara lain tentang tata laksana stroke dan upaya pencegahan serta rehabilitasi penderita stroke.Lantas apa saja gejala serangan stroke?. Gejala ini dikenal dengan SEGERA yaitu SE= senyum mulut menjadi men cong, GE = gerakan tangan menjadi lemah, RA = bicaramenjadi pelo/ celat, dan SEGERA = segera ke rumah sakit secepatnya dalam waktu 4,5 jam.

DR.dr.Aldy S Rambey,Sp.S(K), mengatakan semua gejala terjadi secara tiba-tiba dan merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat mendapat terapi akurat. Bagaimana jika terserang stroke?. Sege ralah ke rumah sakit untuk secepatnya di tangani. “Semakin cepat ditangani akan dapat meminimalkan kerusakan otak yang terjadi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan dr.Iskandar Nasution,Sp.S (K) bahwa pemulihan stroke ini pun memerlukan upaya rehabilitasi yang cukup lama, 3 – 12 bulan. Ini tergantung keparahan stroke-nya dan cepat atau tidaknya ditangani, sehingga penderita dan keluarga perlu bersabar dalam menjalani pengobatan dan rehabilitasi tersebut.

Lantas apa yang dilakukan untuk mencegah stroke?. dr.Fasihah Irfani Fitri menjelaskan, kontrol faktor risiko kejadian stroke yakni tekanan darah tinggi, merokok, sakit gula, penyakit jantung dan kolesterol tinggi dengan prilaku CERDIK, C = Cek kesehatan secara teratur, E = Enyahkan asap rokok, R =Rajin olahraga, D = Diet sehat dengan gizi seimbang, I = Istirahat cukup dan K = Kelola stres.

“Diharapkan dengan adanya peringatan hari stroke ini, masyarakat sadar akan penyakit stroke sehingga stroke yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia akan menjadi berkurang. Sementara dokter umum dapat me-refresh pengetahuannya dan dapatmemberikan pelayanan yang terbaik bagi penderita stroke,” imbuh ketua panitia acara dr Chairil Amin Batubara,Mked,(Neu),SP.S.(tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here