Beranda Ragam Terkait Penganiayaan, Keluarga Korban Tak Ada Kata Damai

Terkait Penganiayaan, Keluarga Korban Tak Ada Kata Damai

Onlinekoe.com, Bogor – Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Bogor berinisial AS, dari Partai Garindra terhadap Yud, warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, tidak ada kata damai, karena perbuatan oknum menyakit hati rakyat.

Mereka mendesak supaya pihak penegak kebenaran dan keadilan mengusut kasus yang menimpa anak yatim piatu tersebut. Bahkan tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan aksi berutal yang dilakukan oknum anggota DPRD, dari daerah pemilihan (Dapil) 2 itu.

Mereka mendorong proses hukum berjalan cepat terhadap warganya. Untuk jadi pelajaran bagi anggota DPRD yang lainnya.

“Mereka harus jadi cerminan masyarakat dan representasi perwakilan rakyat, bukan seperti preman”, kata tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan Senin (18/11/2019).

Perlu diingat, katanya anggota dewan harus bisa menjadi contoh dan pengayom bagi masyarakat. Bukan seperti preman, yang seenaknya menganiaya masyarakatnya.

” Perbuatan itu tak baik untuk di contoh, emangnya anggota dewan kebal hukum dapat memukul seenaknya,” tandasnya lagi

Dia juga mengakui, telah menyiapan sejumlah pengacara untuk mendapingi korban, saat melapor ke Polres Bogor. Bahkan, sampai proses hukum selesai.

“Kalau tidak salah, laporan Yud telah tercatat di Polres Bogor dengan nomor LP/B/604/XI/2019/JBR/RES BOGOR tertanggal 5 November 2019. Sejumlah saksi, maupun korban juga sudah dimintai keterangan oleh aparat penyidik,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Bogor berinisial AS dilaporkan ke Polres Bogor oleh seorang warga berinisial Yud, Selasa (5/11/2019). Wakil rakyat itu dipolisikan karena diduga telah menganiaya korban saat mengetahui kalah dalam anaknya pemilihan kepala desa (pilkades) Cicadas pada 3 November lalu.

Korban merupakan Koordinator salah satu calon kades yang merupakan anak pelaku. “Ya, saya ditampar di bagian wajah, kurang lebih 4 kali,” kata korban, Yud, usai membuat laporan di Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (5/11) lalu.

Yud menjelaskan ia ditampar karena menerima amplop dari calon kades lain. “benar, masalah amplop. Saya mengakui dapat amplop dari salah satu calon juga. Itu saja,” tutur dia.

Ketika ditampar, ia mengaku sudah langsung minta maaf. Namun, pelaku tak memperdulikan dan langsung pergi meninggalkan korban. Penganiayaan itu kemudian ia ceritakan ke keluarganya.

Ternyata, setelah mendengar cerita korban, keluarga YA tidak terima atas perlakuan pelaku. Korban bersama keluarga langsung mendatangi rumah sakit, untuk dibuat visum dokter. Kemudian, melaporkan hal tersebut ke Polres Bogor bersama kuasa hukum (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here