Bengkulu Kota Onlinekoe – Kalau mau menjadi Kepala Dinas (Kadis) harus tercapai terget Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dibebankan oleh pimpinan (Kepala Daerah). Sementara anggaran semakin menipis akibat Efisiensi.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bengkulu Will Hopi, ketika diwawancarai dikantornya mengatakan, pihaknya di uji kemampuan seorang pimpinan untuk menahkodai ibarat sebuah kapal penangkap ikan.
“Kita dibebankan harus dapat ikan tetapi biaya kebutuhan dan beli umpan belum dikasih sementara kita harus berjalan,” jelasnya.
“Sama halnya dengan kegiatan kami sekarang ini, tentang kegiatan rehab bak bibit ikan di Balai Benih Ikan (BBI) nilainya hanya 70 juta, sementara anggaran belum turun tetapi kebutuhan Dinas sudah mendesak dan terget PAD yang dibebankan harus kita pikirkan mulai dini, agar tercapai terget kedepan, sementara anggaran semakin tipis akibat Efisiensi,” tambah Will.
“Pusing kita, terpaksa pinjam sana pinjam sini, kadang dana rutin kita pakai sementara menutupi kebutuhan yang mendesak agar bisa berjalan semua, karena satu-satunya pemasukan untuk menutupi PAD hanya BBI, sementara kita dibebankan PAD Rp 200 juta/tahun. Namun demikian kita bersama rekan-rekan tetap semangat untuk mencapai target tersebut ujarnya.
Pihaknya sudah menuampaikan kepada Pimpinan mendahului anggaran sebelum turun anggaran, juga kepada mitra kerja (pemborong) siap kerja sama, sebab ada tiga buah bak bibit ikan sudah kropos dan bocor harus segera dicor.
“Afar dapat dipakai ini yang disebut kebijakan dan siap tanggung jawab,” tutupnya.
(jlg)







