Beranda Ragam DPRD Sepakati RAPBD Kota Bogor Rp 2,5 Triliun

DPRD Sepakati RAPBD Kota Bogor Rp 2,5 Triliun

Onlinekoe.com,  Bogor – DPRD Kota Bogor, akhirnya sepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Bogor 2020 sebesar Rp 2,5 trilliun. Kesepakatan diperoleh setelah melalui proses hampir satu bulan.

“Kita akhirnya menyepakati APBD Kota Bogor tahun 2020 sekitar Rp 2,5 triliun,” kata Ketua DPRD Atang Risnanto usai paripurna Selasa (26/11).

Menurutnya, dana perimbangan sebesar Rp 1,2 miliar. Sedangkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor diketok sebesar Rp 1,3 triliun.

Dia mengungkapkan, ada tiga hal ingin dikawal oleh anggota dewan. Pertama, besaran alokasi dana yang digelontorkan untuk bidang pendidikan.

“Kita ingin memastikan dana disektor pendidikan minimal 20 persen dan kita sepakati 21 persen,” ujarnya.

Kedua, kata Atang, pihaknya ingin memastikan alokasi dana di bidang kesehatan sebesar 10 persen. Kemudian, alokasi dana untuk peserta Iuran BPJS kesehatan mengalami kenaikan 100 persen per 1 Januari 2020.

Anggaran iuran BPJS Kesehatan pada penerima bantuan iuran (PBI) tadinya Rp 32 miliar Naik menjadi Rp 64 miliar. Karena itu, RAPBD 2020, anggaran untuk peserta PBI hanya dapat dimasukkan pada angka Rp 32 miliar.

“Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2020 bisa ditambah,” katanya. .

Pihaknya berencana melakukan pembahasan untuk mengalihkan peserta PBI ke Jamkesmas atau Jamkesda. Sehingga, beban pemerintah daerah untuk meng-cover iuran BPJS kesehatan tidak terlalu berat.

Dalam RAPBD 2020 Dijelaskan, pihaknya telah menyepakati usul Pemkot Bogor untuk mengucurkan anggaran pada kajian sistem transit oriented development (TOD).

Walikota Bogor Bima Arya menyatakan, Pemkot Bogor memiliki tiga program prioritas. Diantaranya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pembagunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Karena itu, Bima menyatakan, aspek pendidikan dan kesehatan akan diprioritaskan Pemkot Bogor. “Pendidikan dan kesehatan itu masuk nomer satu.

Kemudian transportasi, seperti trem itu masuk infrastruktur, lalu normalisasi (Sungai) Ciliwung itu nomor satu gitu,” jelas Bima. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here