Beranda NASIONAL Kegiatan Cor Beton B2-B3 Pelakat Tinggi Diduga Piktif

Kegiatan Cor Beton B2-B3 Pelakat Tinggi Diduga Piktif

Onlinekoe.com, Muba – Kegiatan pembangunan dengan judul di papan plank pembangunan jalan/jembatan APBD tahun 2020 dengan judul kegiatan peningkatan jalan desa sidorahayu(B2)-desa bukit indah (B3) kecamatan pelakat tinggi dengan no kontrak 620/01/SPPKF/APBD-P/PU-PR/KEC.PT/2020, dengan nilai kontrak 3.942.824.000 yang di laksanakan oleh PT Argamakmur Mandiri, diduga proyek peningkatan jalan tersebut asal di jadi dan di duga PiktiF.

menurut salah satu warga setempat tidak mau disebutkan nama nya pada selasa(22/12/20) mengatakan kepada awak media bahwa “kegiatan peningkatan jalan tersebut di duga tidak sesuai dengan anggaran yang di kucurkan oleh pemerintah dikarenakan pembangunan peningkatan jalan tersebut diduga di kerjakan asal jadi dan di duga di jadikan ajang korupsi, kami hanya orang biasa pak tapi kami tau juga mutu bangunan tu cak mano, kami jugo dak tau karno di papan plang ado jembatan tapi sampai saat ini gak ada jembatan yang di maksud di papan plang proyek.”

lanjutnya kami selaku warga setempat cuma berharap jalan ini tidak mudah rusak dikarenakan urat nadi perekonomian kami ada di jalan bagus pak dan inilah selama puluhan tahun yang kami nantikan,

Kami berharap kepada pemerintah kabupaten Musi Banyuasin dan kepada aparat penegak hukum untuk menkroscek Kegiatan pembangunan ini di karenakan pembangunan tidak menelan uang sedikit kami masyarakat harus tahu Kegiatan yang sebenarnya,ungkapnya.

dilain waktu warto selaku ketua umum LSM GTPK melalui wakil ketua umum Agung Budi Setiawan Sangat menyayangkan kegiatan dengan menelan anggaran sepantastis tersebut di di duga di kerjakan asal jadi kami menduga Kegiatan tersebut tidak sesuai dengan RAB terlihat jelas dari kualitas dan mutu bangunan yang belum selesai sudah ada beberapa titik yang mengalami kerusakan dan pecah.

tambahnya “kami menduga pembangunan tersebut mutu nya tidak sesuai dengan RAB terlihat jelas bahwa banyaklah pasir dari pada semen, sehingga bangunan yang di hasilkan mudah rusak, untuk masalah di papan plank proyek ada jembatan kalau fakta di lapangan tidak ada realisasi nya di duga itu Fiktip dan kami akan mengambil sikap tegas untuk menindak lanjuti dam melaporkan temuan dan keluhan warga setempat ke instansi dan kepada aparat penegak hukum terkait”, jelasnya.

Terpisah sementara kepala dinas PU-PR H.Herman Mayori melalui kabid Pembangunan Padli melalui via WhatsApp selasa(22/12/20)sampai berita ini di terbitkan tidak ada jawaban.(Time)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here