Beranda Ragam Rehab Pecandu Narkoba Dipungut Biaya Tinggi, Kepala BNNK Karo ‘Cuci Tangan’

Rehab Pecandu Narkoba Dipungut Biaya Tinggi, Kepala BNNK Karo ‘Cuci Tangan’

Onlinekoe.com – Kepala BNNK Karo, AKBP Heppi Karo-Karo terkesan ‘Cuci Tangan’ soal pungutan biaya rehab pecandu narkoba di lembaganya yang cukup tinggi.

Bahkan tidak mau tahu dengan kaburnya seorang pasien yang akan direhab. Padahal keluarga pecandu telah mengeluarkan cost yang cukup besar.

Setelah maraknya pemberitaan dibeberapa media Online salah satunya Sumaterapost, akhirnya pihak BNNK merasa gerah, Sehingga akhirnya Kepala BNNK AKBP.Heppi Karo-Karo mengumpulkan Anggotanya serta memanggil keluarga pihak penyalahgunaan Narkotika dan wartawan yang menaikan pemberitaan (baca-BNNK Karo Diduga Tipu Warga, Kasus Narkoba “Dimainkan”) diruang kerjanya, Rabu (28/08/2019) .

Dengan enteng dan agak santai, Ia menyebut biaya sebesar Rp.26 juta yang diminta anggotanya kepada keluarga residen (pasien) merupakan hal yang sangat wajar.

“Saya rasa uang Rp.26 juta yang diminta sebagai biaya pemberangkatan dan keperluan ini-itu hal yang wajar. Karena disini tidak disediakan dana untuk itu,”ujarnya.

Kalau soal residen yang kabur, itu bukan tanggungjawab pihak BNNK Karo. Sebab sesuai prosedur yang dijalankan pihaknya telah memenuhi prosedur.

“Kita hanya sebatas mengantarkan saja. Dan untuk dipindahkannya residen ke pusat rehabilitasi Galih Pakuan. Sesuai persetujuan dari pihak keluarga pasien, karena ada negoisasi disitu makanya diantar ke Galih Pakuan,”sebutnya.

Ia menyebut, pasien ditolak di Balai Pusat Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor bukan tanpa alasan. Ada beberapa kriteria persyaratan untuk menjadi pasien disana.

“Sesuai prosedur, kita telah melakukan rangkaian assessment terhadap pasien dan pasien dinyatakan bisa diterima di Lido. Jika ternyata, pasien ditolak di Lido karena mengalami gangguan jiwa. Bukan hak kami lagi, karena setiap assesment dokter berbeda-beda,”ujarnya enteng, seakan-akan tidak ada kesalahan prosedur.

Heppi mengatakan, persoalan uang yang diterima anggotanya berdasarkan negoisasi dan permohonan pihak keluarga pasien.

Padahal menurut Ika Beru Tarigan (33) di ruang kerja Kepala BNNK Karo. Uang sebesar Rp.26 juta yang diminta anggotanya, beralaskan iming-iming.

“Untuk apa ada BNN di Karo kalau gak bisa merehab pecandu narkoba. Saya bermohon agar Abang (saudaraku) direhab di Lido, Bogor bukan di Galih Pakuan,”ujarnya.

Sebelum bermohon, petugas BNNK Karo yaitu Maranata Beru Meliala, Amk selaku perawat rehab mengiming-imingi bahwa saudaranya itu bisa diterima di Lido asalkan membayar uang sebesar Rp.26 juta.

Itupun, kata Ika lagi, permintaan mereka akan dipenuhinya asalkan bisa direhab di Lido agar saudaranya itu bisa sembuh.

Setelah uang diserahkan sebesar Rp. 21 juta di awal bulan Agustus sesuai kuitansi yang diterima Rismanti Sinuhaji. Maka diaturlah rencana untuk menangkap abangnya, namun itupun mereka terkesan mengulur-ulur waktu.

Sehingga membuat Ika agak kecewa, namun begitu, pada tanggal 8 Agustus mereka berhasil menangkap abangnya dan dibawa ke BNNK Karo.

Selama satu malam diinapkan di BNNK Karo. Tiba jadwal pemberangkatannya tanggal 9 Agustus sekira pukul 07:35 Wib. Pihak BNNK meminta uang sebesar Rp.5 juta lagi dengan dalih kekurangan personil.

“Itupun gak apa-apa, kupenuhi juga asalkan abangnya bisa direhab di Lido. Langsung aku transfer ke rekening salah seorang personil. Setibanya di Bogor, di WA lagi aku oleh Maranatha dan meminta uang untuk penambahan beli seragam di Lido dan uang makan serta hotel personil,”ujarnya berlinang air mata.

Namun kenyataannya abangnya tidak terdaftar sebagai pasien dari BNNK Karo. Petugas yang mengantar berdalih, tidak diterima abangnya di Lido karena mengalami gangguan jiwa.

“Berarti dokter BNNK Karo tidak memeriksa keadaan jiwa Abang saya. Sementara biaya tes kejiwaan yang diminta Kasi Rehabilitasi dokter Rosie Beru Pinem sebesar Rp.1.8 juta itupun aku kasih,”ujarnya.

Jadi sambung Ika lagi, janganlah membodoh-bodohi masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Kalau semua masyarakat yang ingin merehab keluarganya yang kecanduan narkoba dan dibuat seperti ini pasti kecewa. (Mawar-Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here